Oleh : Hasbi Jusuma Leo

Detak-Palembang.com – BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) meluncurkan program Salam PIP sebagai inovasi layanan bagi pelaku usaha UMKM khususnya usaha mikro.

Salam PIP adalah layanan contact center yang membuka layanan informasi terkait kredit ultra mikro seluas-luasnya kepada masyarakat mulai dari debitur maupun calon debitur termasuk Lembaga Keuangan Bukan Bank sebagai penyalur, Pemerintah Daerah dan mitra kerjasama strategis lainnya. Dengan layanan contact center ini seluruh elemen masyarakat dapat memberikan pertanyaan masukan pengaduan terkait pembiayaan ultra mikro.

Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 193/PMK.05/2020, pembiayaan ultra mikro bertujuan untuk menyediakan fasilitas pembiayaan yang mudah dan cepat bagi pelaku usaha mikro yang belum bisa mengakses fasilitas perbankan melalui Kreditu Usaha Rakyat (KUR). Kredit usaha mikro ini memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp. 10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Berdasarkan UU nomor 20 tahun 2008, usaha digolongkan usaha Mikro bila beromzet dibawah Rp. 300 juta pertahun dan nilai asset dibawah Rp. 50 juta. Data pada Kemenkop UKM pada tahun 2018, sektor bisnis di Indonesia didominasi pelaku usaha mikro yaitu 98,7% atau 63.350.222 unit. Sedangkan pelaku usaha kecil 1,2% atau 783.172 unit, pelaku usaha menengah sebanyak 0,09% atau 60.702 unit, dan pelaku usaha besar sebanyak 0,01% atau 5.550 unit. Meskipun definisi dan kriteria kategori usahaberubah dengan berlakunya UU Cipta Kerja dan turunannya PP nomor 7 tahun 2021 tetap tidak dapat dipungkiri sektor bisnis di Indonesia didominasi UMKM terutama dari kategori mikro.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai program pemerintah dalam rangka pembiayaan UMKM khususnya pelaku usaha mikro hanya menyentuh 28% pelaku usaha. Karena itu sejak tahun 2017 lalu BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menjalankan program pembiayaan ultra mikro (UMi) yang ditujukan untuk pelaku usaha mikro lapis terbawah yang belum mendapat akses pelayanan perbankan. Tingkat penyaluran kredit UMi tumbuh positif 307 ribu debitur pada tahun 2017 menjadi 1,76 juta debitur pada tahun 2020 sehingga secara akumulasi pembiayaan UMi kepada pelaku usaha mikro menjangkau 4,3 juta debitur dengan nilai penyaluran lebih dari Rp. 14 triliun.

Data dari sikp.kemenkeu.go.id, kredit KUR-UMi di Sumatera Selatan pada tahun 2020 telah tersalur sebesar Rp. 4,59 triliun dengan 116.856 jumlah debitur. Rinciannya, total penyaluran KUR-UMi pada Kabupaten OKI sebesar Rp. 241,3 milyar dengan 4.557 debitur, Palembang Rp. 184,8 milyar dengan 4.121 debitur, Muba Rp. 168,4 milyar dengan 2.856 debitur, Banyuasin Rp. 159,5 milyar dengan 2.871 debitur, OKU Rp. 148,6 milyar dengan 3.235 debitur, Muara Enim Rp. 135,7 milyar dengan 3.236, Musi Rawas Rp. 131 milyar dengan 2.530, Lahat Rp. 98,6 milyar dengan 1.988 debitur, Empat Lawang Rp. 81,5 milyar dengan 707 debitur, OKU Timur Rp. 63,2 milyar dengan 847 debitur, Lubuk Linggau Rp. 53,07 milyar dengan 749 debitur, Pagar Alam Rp. 41,3 milyar dengan 923 debitur, Prabumulih Rp. 28,9 milyar dengan 466 debitur, OKU Selatan Rp. 23 milyar dengan 613 debitur, PALI Rp. 13,3 milyar dengan 182 debitur, dan Muratara Rp. 10,1 milyar dengan 64 debitur.

Sebagaimana diketahui, UMKM berkontribusi besar terhadap berbagai aspek ekonomi. UMKM menyumbang 61,1% atau Rp. 8.573,89 triliun terhadap PDB nasional. Di bidang investasi, UMKM menyerap 60,4% dari total investasi di Indonesia. UMKM membuka dan memberdayakan 97% tenaga kerja atau menyerap 111,9 juta tenaga kerja dengan partispasi dalam ekspor sebesar 14,37% atau senilai Rp. 293 triliun.

Mengingat besarnya peran UKMK bagi perekonomian termasuk usaha mikro, Pemerintah Daerah melalui OPD terkait sudah semestinya aktif memberikan informasi mengenai inovasi ini kepada pelaku usaha maupun calon pelaku usaha mikro di Sumatera Selatan.

Semoga Salam PIP berguna untuk memajukan dan meningkatkan usaha UMKM khususnya usaha mikro yang pada gilirannya akan memajukan dan meningkatan perekonomian Sumatera Selatan.