Pertamina – Kanwil Kemenkumham Sumsel usai menandatangani MoU kerjasama pembinaan dan pembimbingan bagi Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) di Sumsel (Dok. Humas Pertamina Plaju / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pertamina Refinery Unit (RU) wilayah Plaju Palembang dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel), membangun kolaborasi dalam pembinaan dan pembimbingan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kolaborasi strategis tersebut, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara General Manager Pertamina RU III Plaju, Moh. Hasan Effendi dan Kepala Kanwil Kemenkumham, Indro Purwoko, di Hotel Santika Premiere Palembang, Rabu (9/6/2021) lalu.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Indro Purwoko mengatakan, kerjasama pembinaan dan pembimbingan WBP tersebut, merupakan implementasi dari salah satu slogan Kementerian Hukum dan HAM, bekerja dalam kebersamaan untuk hasil lebih maksimal.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, atas kehadiran dan peran nyata PT Pertamina (Persero) RU III Plaju. Dengan memberikan konstribusi dalam rangka membina dan membimbing WBP kami,” ungkap Indro, Jumat (11/6/2021).

Ditambahkan General Manager Pertamina RU III Plaju Moh Hasan Effendi, kegiatan pembinaan dan pembimbingan WBP, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Menurutnya, Pertamina RU Wilayah Plaju sebagai bagian dari masyarakat, memiliki tugas untuk memberdayakan kelompok minoritas. Seperti WBP guna mewujudkan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan.

“Saya yakin, tidak hanya negara yang berkewajiban dalam membangun masyarakat. Perusahaan yang merupakan bagian dari masyarakat pun turut memiliki tugas dan tanggung jawab, dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan,” ujarnya.

Hasan menambahkan, pelaksanaan kerjasama berfokus pada WBP yang berdomisili di Ring I Perusahaan, yaitu Kecamatan Plaju, Kota Palembang dan Kecamatan Banyuasin I, Kab. Banyuasin.

Kerjasama tersebut berlangsung selama 2 tahun, sehingga kebermanfaatan yang dirasakan semakin tampak.

Hasan juga berharap, program itu dapat mendukung Pertamina RU Wilayah Plaju, dalam meningkatkan hubungan baik antar lembaga sekaligus dapat mencapai tujuan perusahaan.

Ia menegaskan bahwa WBP sebagai kelompok minoritas dan rentan. Sehingga dengan program tersebut, harapannya nanti bisa mendapatkan kepercayaan diri kembali dan diterima oleh masyarakat kembali dengan baik.

“Kami turut berterima kasih atas sinergi yang dilakukan bersama Kanwil Kemenkumham Sumsel dalam mewujudkan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan. Semoga kegiatan kolaborasi ini menciptakan Warga Binaan Pemasyarakatan yang berdaya guna dan berhasil guna,” ujarnya.