NB 68), pensiunan PNS diciduk Unit PPA Satreskrim Polres Ogan Ilir Sumsel, usai terbukti melakukan perbuatan cabul ke anak tetangganya (Dok. Humas Polres Ogan Ilir / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, OGAN ILIR – NB (68), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di puskesmas di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Sumsel, harus mendekam di balik jeruji besi.

Warga Kabupaten Ogan Ilir Sumsel tersebut, harus berurusan dengan kepolisian, karena terbukti mencabuli anak tetangganya, yang baru berusia 10 tahun.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy didampingi Kasat Reskrim AKP Robi Sugara menuturkan, pencabulan tersebut terjadi pada hari Sabtu (22/5/2021).

Saat itu tersangka sedang datang ke rumah korban dan mengajaknya ke sebuah pondokan di pekarangan kebun di Kabupaten Ogan Ilir. Di sana, tersangka merudapaksa korban.

Keesokan harinya, tersangka kembali mengajak korbanke halaman di rumah kosong, yang tak jauh dari tempat tinggal korban. Korban kembali dirudapaksa tersangka.

“Tersangka meminta korban, untuk tidak diceritakan ke orangtua korban terhadap apa yang dilakukannya, agar korban tidak kena marah,” ucapnya, Selasa (8/6/2021).

Tak puas mencabuli korban sebanyak dua kali, lanjut Kapolres Ogan Ilir, tersangka kembali mendatangi korban di rumahnya.

Saat itu, tidak ada satu orang pun, sehingga tersangka nekat mengajaknya kembali ke luar rumah. Namun korban langsung menolak ajakan tersangka dan meminta agar jangan mengganggunya lagi.

Di saat bersamaan, datang ibu korban hingga membuat NB ketakutan dan melarikan diri dari pintu belakang rumah korban.

“Melihat gelagat anaknya mencurigakan, ibu korban langsung bertanya. Saat itulah, terungkap perbuatan tersangka ke korban,” ungkapnya.

Mendengar cerita puteri kesayangannya, ibu korban langsung berang dan menceritakan ke keluarga besarnya. Mereka yang tak terima dengan perbuatan tersangka, langsung melaporkan tindakan asusila tersebut ke Polres Ogan Ilir.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ogan Ilir menciduk tersangka di kediamannya.

Dari hasil penyelidikan dan visum terhadap korban, diakuinya memang ada tanda-tanda perbuatan asusila yang dialami korban. Data tambahan juga didapatkan dari beberapa saksi.

Ketika diinterogasi polisi, tersangka NB membantah telah merudapaksa anak tetangganya tersebut. Dia mengaku hanya memeluk dan mencium korban saja.

“Saya hanya kangen cucu saja, tapi tidak memperkosa. Apalagi menyakiti dia yang sudah saya anggap sebagai cucu sendiri,” ujarnya.