Gembong sabu-sabu salah satu pelaku oknum perawat RSUD Siti Fatimah

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hebohnya penangkapan oknum perawat Debi Destiana (27) sebagai gembong sabu-sabu ternyata dibenarkan bekerja sebagai honorer di RSUD Siti Fatimah.

Hal itu saat dikonfirmasi kepada Humas RSUD Siti Fatimah membenarkan status pelaku adalah pegawai honorer.

“Benar dia bekerja di RSUD Siti Fatimah. Namun untuk aktifitasnya soal itu diluar kedinasan. Tidak ada hubungannya dengan institusi kita,”kata Humas RSUD Siti Fatimah namanya tidak ingin dipublikasikan ini, saat dia hubungi via WhatsApp Selasa,(22/6/2021).

Menurutnya dia sangat menghargai semua proses yang dilakukan pihak kepolisian.

“Kalau pihak kita akan memberikan tindakan tegas sesuai kontrak kerjanya. Apa lagi kalau terbukti bersalah,”pungkasnya

Sementara itu Debi ditangkap bersama tiga rekannya masih memiliki hubungan keluarga. Yakni, Mat Arif alias Mat Geplek (52), Faridah alias Cicik Idah (56) dan Marselia (40). Mereka disebut polisi adalah gembong sabu-sabu di Palembang. Sedangkan peran Debi sebagai bendahara di komplotan itu.

Aparat kepolisian Polrestabes Sat Narkoba menangkap para pelaku di Jalan Mayor Zen Lorong Sukarami RT 27 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni pada Kamis (17/6/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

Barang bukti (BB) diamankan berupa 2 bungkus plastik bening berisi Sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, Uang tunai Rp 2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengatakan terbongkarnya jaringan narkoba dalam satu keluarga ini, setelah anggota Satreskrim Narkoba bermula berhasil menangkap pelaku Mat Geplek.

“Dari sinilah kami berhasil mengembangkan dan mengamankan 3 pelaku lainnya yang terkait atau masih berhubungan keluarga. Mereka menjual narkoba jenis Sabu,”katanya

Andi menjelaskan peran masing masing pelaku, pelaku Cik Idah berperan menjalankan bisnis ini dan Cik Idah ini merupakan residivis narkoba dan sudah dua kali ditambah ini tiga kali. Cik Idah mempunyai saudara bernama Mat Geplek.

“Mat Geplek ini setiap ada barang sabu, misalnya 1 ons dibagi bagi lagi dan dijual kalau habis mendapatkan keuntungan Rp65 juta,” jelasnya.

Barang milik Mat Geplek ini disimpan di dalam rumah keponakan bernama Marselia dan tugas dia ini mendapat upah setiap harinya sebesar Rp 100 ribu. “Sabu ini disimpan di atas genteng rumahnya di lantai 2,”pungkasnya