Kepala Biro Perjalanan PT Macro Tour and Travel Palembang Sukiyanto Pangestu ditangkap

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Ada sebanyak 73 Jama’ah haji dan umroh gagal berangkat ke Mekkah dengan total kerugian kurang lebih Rp 1,4 miliar. Alhasil Kepala Biro Perjalanan PT Macro Tour and Travel Palembang Sukiyanto Pangestu ditangkap.

Penemuan kasus itu diakui Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang berdasarkan laporan dari pihak PT Macro Tour and Travel karena khawatir calon jamaah akan bertanya soal keberangkatan mereka.

Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidsus AKP Iwan Gunawan mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari pihak laporan pihak perusahaan.

“Bermula dari laporan pihak perusahaan travel umroh. Kita dalami dan menangkap pelaku yang memang menggelapkan uang perusahaan dan ada sekitar 73 jamaah yang sudah mendaftarkan umroh melalui dia tetapi tidak diberangkatkan,” katanya Sabtu,(5/6)

Namun diakuinya pihak jamaah belum mengetahui adanya kegagalan keberangkatan tersebut. Makanya Kanit Pidsus AKP Iwan Gunawan mengimbau masyarakat yang merasa menggunakan jasa keberangkatan haji dan umroh melalui PT Macro Tour and Travel silahkan melapor.

“Kita mengimbau masyarakat atau korban yang lain, silahkan menghubungi Unit Pidsus Polrestabes Palembang untuk kami lakukan pendataan. Karena kami tidak punya data 73 jamaah tersebut. Data kami hanya dari perusahaan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, uang perusahaan yang tidak oleh pelaku sekitar Rp400 juta dan uang jamaah sekitar Rp1,4 miliar. Sehingga total kerugian mencapai Rp1,8 miliar.

Sedangkan sementara ini, pihaknya masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan apakah ada keterkaitan tersangka lainnya. Pelaku yang ditangkap merupakan Kepala Cabang Palembang PT Macro Tour and Travel.

“Pelaku melakukan aksinya dari bulan November 2018 hingga Maret 2020. Pelaku kita jerat Pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara,” pungkasnya.

Dibincangi pelaku Kepala Biro Perjalanan PT Macro Tour and Travel Palembang Sukiyanto Pangestu berdalih hanya ada kesalahan teknis saja. Dia berdalih akan memberangkatkan jamaah yang gagal berangkat tersebut.

“Gagal berangkat itu karena Covid-19, namun sudah ada beberapa orang sudah saya berangkat di agensi berbeda. Meskipun keberangkatan saya cicil 2 atau 4 orang. Namun tiba-tiba saya ditangkap,”ucapnya