Kasat Pol-PP Sumsel Aris Saputra (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Zona merah di Ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi salah satu acuan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kasat Pol-PP Sumsel Aris Saputra mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan kabupaten/kota, yang juga melaksanakan kegiatan yang sama.

Termasuk juga pemberlakuan kegiatan masyarakat, sehingga mereka dapat bekerja maksimal.

Satpol-PP Sumsel juga akan terus mendukung. Sehingga Covid-19 di Sumsel terus menurun, sampai ke tingkat zona kuning atau hijau.

Apapun kegiatan masyarakat, lanjutnya, seperti kegiatan perhelatan, pertandingan dunia, sedekahan, dan wisuda, akan menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Para warga pun harus meminta izin dengan satgas yang sudah dibentuk oleh Gubernur Sumsel, untuk diberikan masukan-masukan.

“Kami akan mengawasi pelaksanaan dari gratifikasi itu. Sesuai dengan instruksi Gubernur Sumsel, kami tidak melarang, silahkan masyarakat beraktivitas sesuai dengan Pergub,” ucapnya, saat memimpin apel gabungan di kantor Gubernur Sumsel, Sabtu (12/6/2021).

Namun dia meminta agar para warga, harus mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sehingga ekonomi akan terus berjalan dan kesehatan masyarakat tetap terjamin.

Menurutnya, pemerintah akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, untuk melindungi dan menjaga masyarakat.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel juga termasuk dari pada satgas dan anggota, sehingga pihaknya akan berkoordinasi terus.

“Kita akan adakan rapat terbatas untuk pelaksanaan, termasuk minta data-data sekolah mana saja yang melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Aris menambahkan, satgas ini terdiri dari 150 orang yang terbagi menjadi 5 tim.

Nantinya akan dibagi yang bertugas di bagian utara dan selatan, di Kota Palembang, Sumsel.

“Insyaallah di tingkat provinsi dan tingkat kota kita juga akan mendorong serta sekarang ini mereka telah melaksanakan tugas dengan maksimal,” katanya.