Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG –  Penemuan anakan beruang madu di kawasan konservasi di Distrik Lebong Hitam Sumsel, di areal izin PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) Wood Industries (WI), diduga karena ditinggal indukannya.

Beruang madu yang berusia sekitar empat bulan tersebut, ditemukan dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat alami bertahan hidup dan mencari makan.

Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata mengucapkan terima kasih ke tim PT SBA WI, mitra APP Sinarmas, yang sudah mengevakuasi satwa dilindungi tersebut.

“Kita mengapresiasi respon cepat yang dilakukan. Juga kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan yang telah mambantu memfasilitasi serah terima satwa ini,” ujarnya.

Menurutnya, anak beruang madu tersebut memang harus diselamatkan. Karena jika dibiarkan hidup sendiri di alam, kemampuan bertahan hidup tidak cukup kuat.

Saat ini, BKSDA Sumsel akan merawat, memonitor perkembangan dan mengobservasi. Karena prinispnya satwa liar, sehingga harus dikembalikan ke habitat liarnya.

Anakan Beruang Madu yang berusia 4 bulan, saat dievakuasi ke BKSDA Sumsel (Detak-Palembang.com)
Anakan Beruang Madu yang berusia 4 bulan, saat dievakuasi ke BKSDA Sumsel (Detak-Palembang.com)

Anakan beruang madu tersebut, akan diberi asupan makanan. Yaitu susu, madu dan pakan alaminya, seperti rayap, kayu-kayu yang lapuk dan lain-lain.

“Kita ingin membiasakannya dengan pakan alaminya, sehingga cukup daya survivalnya Ketika dikembalikan ke alam. Semoga nanti di usia 1-1,5 tahun atau selama sudah menunjukkan sifat liarnya, sudah bisa dilepasliarkan,” katanya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel Pandji Tjahjanto, respon cepat PT SBA WI tersebut suatu tindakan yang baik dan benar.

Terlebih adanya kesadaran dari masyarakat, terhadap keberlangsungan hidup beruang madu yang saat ini jumlahnya makin sedikit.

“Anak Beruang Madu ini masih kecil. Kalau dibiarkan di alam terbuka, dikhawatirkan tidak bisa hidup sampai besar. Maka kita pelihara sampai nanti siap untuk dilepaskan, dengan tetap ada sifat alaminya,” ujarnya.