Kepala Kementrian Agama Kota Palembang, Deni Priansyah saat memberikan keterangan pers

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang mengeluarkan panduan untuk masyarakat, apabila ingin menggelar salat ied di Masjid dan lapangan terbuka.

“Ada panduan penyelenggaraan sholat idul fitri 1442 hijriah disaat pandemi Covid-19. Itu sesuai surat edaran Walikota,”kata Kepala Kementrian Agama Kota Palembang, Deni Priansyah saat memberikan keterangan pers, di rumah dinas Walikota Jumat (7/5/2021).

Menurutnya singkatnya masyarakat Palembang boleh menggelar salat ied apabila wilayah masuk kategori zona kuning dan hijau. Namun kepastian wilayah mana yang boleh menggelar salat ied berdasarkan zona baru akan diumumkan pada tanggal 10 Mei nanti.

“Pengumuman nanti kita akan umumkan berdasarkan rilis dari posko PPKM mikro. Dari mana secara detail per RT akan kita umumkan daerah mana yang tidak boleh dan boleh. Sebab keputusan pasti zona setiap Kelurahan dan RT akan kita dapatkan nanti,”pungkasnya

Meskipun daerah zona kuning dan hijau ada beberapa syarat juga daerah tersebut boleh menggelar salat ied.

Mau tau apa isi panduan surat edaran bersama Walikota dan Kemenag Kota Palembang, ini dia isinya :

SURAT EDARAN BERSAMA PEMERINTAH KOTA PALEMBANG DAN KEMENTERIAN AGAMA KOTA PALEMBANG

NOMOR : 1/SEB/II/2021 NOMOR:1222/SE/KK.06.05.02/ HM.02/HM.02/05/2021

TENTANG :

PANDUAN PENYELENGGARAAN SHALAT IDUL FITRI TAHUN 1442 HIJRIYAH/2021 DI SAAT PANDEMI COVID-19

A. UMUM

Dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 dan membantu negara untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kota Palembang dan Kementerian Agama Kota Palembang sesuai tugas dan kewenangannya perlu mengeluarkan Surat Edaran Bersama mengenai panduan penyelenggaran shalat Idul Fitri di saat pandemi Covid-19.

Panduan ini sebagai acuan bagi instansi pemerintah, pengurus/pengelola masjid/mushala, Panitia Hari Besar Islam dan masyarakat Kota Palembang.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Surat Edaran Bersama ini bertujuan untuk memberikan panduan penyelenggaraan shalat Idul Fitri dan memutus rantai penyebaran Covid-19 dalam rangka melindungi masyarakat Kota Palembang.

C. RUANG LINGKUP

Edaran Bersama ini melingkupi kegiatan malam takbiran dan shalat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid/mushala dan lapangan terbuka pada tanggal 1 Syawal 1442 H/2021.

D. DASAR

  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),
  • Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 09 Tahun 2021 tanggal 19 April 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.
  • Surat Menteri Agama Nomor B-192/Ma/HM.00/05/2021 tanggal 3 Mei 2021 tentang Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah.
  • Surat Edaran Menteri Agama Nomor S.E.07 Tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di saat Pandemi Covid.
  • Instruksi Walikota Palembang Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 3 Mei 2021 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dalam Rangka Peningkatan Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Palembang.

E. KETENTUAN

1. Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/mushala, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Dilaksanakan secara terbatas maksimal 10 %(sepuluh persen) dari kapasitas masjid/mushala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan;

b. kegiatan Takbir Keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian;

c, kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjidi/mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/mushalla.

2. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 di wilayah Rukun Tetangga (RT) dan kelurahan yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (Zona Merah dan Zona Oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga inti.

3. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 di wilayah Rukun Tetangga (RT) dan kelurahan dengan tingkat penyebaran Covid-19 tergolong rendah (Zona Hijau dan Zona Kuning) dapat dilaksanakan di masjid/mushala dan lapangan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yaitu sebagai berikut :

a. Pengurus/pengelola dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai yang diketahui oleh kepala KUA Kecamatan dan Ketua Satuan Gugus Tugas Kecamatan Covid-19;

b. Jumlah jamaah 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas masjid/mushala dan lapangan;

c. Menyediakan tempat cuci tangan;

d. Jama’ah memakai masker;

e. Menyediakan alat ukur suhu tubuh;

f. Menjaga jarak antar jamaah minimal 1 (satu) meter;

g. Menghindari kerumunan;

h. Mengurangi mobilitas dan interaksi;

i. Tidak bersalam-salaman atau melakukan kontak fisik;

j. Mempersingkat rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Fitri;

k. Membawaa perlengkapan shalat dan sajadah dari rumah masing-masing;

4. Pengurus/pengelola masjid/mushala dan Panitia Hari Besar Islam sebelum menggelar shalat ldul Fitri di masjid/mushala dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di tingkat Kelurahan, Ketua Satuan Gugus Tugas Kecamatan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman dan terkendali.

5. Silaturahim dalam rangka ldul Fitri agar dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalal.

F. PENUTUP

Demikian untuk menjadi pedoman dan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua.