Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Palembang Deni Priansyah (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang, PALEMBANG – Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo sudah menyampaikan secara resmi, jika pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah ditiadakan. Hal tersebut dikarenakan Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), masih berstatus zona merah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Palembang Deni Priansyah mengatakan hal serupa. Menurutnya, status zona merah di Kota Palembang membuat pelaksanaan salat Idul Fitri memang tidak dilaksanakan.

“Pemerintah (status) zona merah dan orange, jadi lebih baik tidak dilaksanakan salat Idul Fitri. Salat di rumah saja,” ucapnya, usai mengikuti rapat terkait protokol kesehatan di Rumah Dinas (Rumdin) Wako Palembang, Senin (3/5/2021).

Untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut, Kemenag Palembang akan membuat surat resmi atas dasar rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Surat Edaran (SE) Kemenag.

Kebijakan tersebut akan disosialisasikan juga ke masjid-masjid di Kota Palembang. Agar tidak melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah, seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Hanya zona merah yang boleh salat Idul Fitri. Yang melanggar, akan ada ketentuan dari pemerintah daerah,” ujarnya.