Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bulan Ramadhan yang penuh berkah, banyak dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Terkait hal itu, Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati, SH, MH mengingatkan masyarakat jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan (prokes) dalam semua kegiatan.

“Kita berharap kesadaran masyarakat, jangan hanya pemerintah saja yang disalahkan,” kata RA. Anita saat ditanya prihal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kamis (15/4).

RA. Anita yang dijumpai di ruang kerjanya itu mengakui, pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah sangat sulit menjaga keseimbangan, termasuk di Sumsel. Di satu sisi perlu dilakukan kegiatan untuk peningkatan ekonomi, namun di sisi lain juga dibutuhkan upaya untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penyebaran virus Covid-19.

Demi menjaga keseimbangan dua sisi kepentingan itu, lanjut RA. Anita, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama DPRD Sumsel telah mengeluarkan perda untuk peningkatan disiplin terhadap penyakit menular. “Kita tahu pemerintah sudah mengeluarkan izin untuk melaksanakan salat di masjid, tetapi harus menerapkan prokes,” tegas RA. Anita.

Terkait menghadapi peringatan HUT Provinsi Sumsel, Mei mendatang, RA Anita menjelaskan, akan diadakan sidang paripura istimewa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti tamu undangan duduk berselang, kapasitas ruang hanya diisi 50 persen. ”Saya sudah instruksikan kepada panitia, berapa kapasitas maksimal ruang paripurna hanya boleh diisi separuhnya saja,” ujar RA Anita.

Diketahui, tahun 2020 lalu DPRD Sumsel tidak melaksanakan sidang paripurna istimewa peringatan HUT Sumsel karena adanya pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan tahun ini dapat terlaksana,“ujarnya.
Menurut RA. Anita, sebenarnya DPRD Sumsel sudah berencana menggelar berbagai even dan lomba di halaman DPRD Sumsel.

“Tetapi karena pandemi Covid, saya suruh untuk ditunda karena acara itu akan menimbulkan kerumunan. Pada kesempatan ini juga, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat yang tidak diundang secara fisik pada paripurna istimewa nanti, untuk kepala-kepala daerah hanya Kota Palembang yang kami undang secara fisik, untuk kepala daerah lainnya diundang secara virtual,” kata RA Anita.