Ketua Yayasan Masjid Agung Sarnubi saat berkordinasi dengan Wawako Palembang Fitrianti Agustinda

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masyarakat Kota Palembang diharapkan tidak datang untuk salat Ied di Masjid Agung saat Idul Fitri nanti. Lantaran Yayasan Masjid Agung menggelar salat Ied hanya untuk warga sekitarnya saja.

“Kita hanya melayani masyarakat sekitar. Jadi untuk warga Palembang jangan salat ke Masjid Agung. Terlebih lagi kalau daerah mereka zona merah jangan nanti berbahaya,”kata Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Kgs Ahmad Sarnubi saat dibincangi Selasa,(11/5/2021).

Diakuinya Masjid Agung juga tidak akan membuka salat sampai keluar alias ke jalan-jalan seperti salat Ied tahun tahun lalu. Dia hanya menggelar salat di dalam masjid dengan kapasitas yang telah ditentukan sesuai aturan surat edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yakni 50 persen.

“Tidak sampai ke jalan-jalan hanya di dalam saja. Kapasitas biasanya dua puluh ribu orang. Tapi untuk salat Ied nanti kita buka hanya seribu orang saja,”pungkasnya

Sementara itu Wakil Wali Kota Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, Masjid Agung merupakan kawasan Bukit Kecil masuk zona hijau. Alhasil, sesuai surat edaran Yayasan Masjid Agung boleh tetap menggelar salat ied.

“Tapi tentu harus dilakukan dengan memperketat protokol kesehatan. Juga kapasitasnya harus 50 persen dan tidak boleh menggelar salat ied di jalan hanya didalam saja,”ujarnya.

Kendatangan Finda sendiri ke Yayasan Masjid Agung untuk memberikan bantuan kepada pegawai. Dia merasa tergugah melihat kerja keras para pegawai Masjid Agung yang setia membersihkan dan mengurus masjid sakral kebanggaan wong Palembang ini.

“Semoga apa yang kita berikan ini di contoh. Bisa saja ada dermawan yang ingin membantu juga,”ucapnya