Kepala Dinkes Sumsel Lesti Nuraini (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Kota Palembang, yang merupakan Ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel) masih berstatus Zona Merah Covid-19.

Namun berbeda dengan data perkembangan kasus Covid-19 di Sumsel dalam beberapa hari terakhir.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel selama 23-24 Mei 2021, kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Diungkapkan Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuraini, pada tanggal 22 Mei 2021 lalu penambahan kasus baru positif Covid-19 berada di angka 204 orang.

Namun pada tanggal 23 Mei 2021, penambahan menurun di angka 194 orang dan 24 Me 2021 hanya sebanyak 130 orang.

“Sudah beberapa hari, penambahan kasus positif Covid-19 sudah mengalami penurunan. Namun sifatnya masih fruktuatif, kita harus lihat ke depannya,” ucapnya, Rabu (26/5/2021).

Dia menuturkan, saat angka kasus baru Covid-19 bertambah, Dinkes Sumsel akan bergerak cepat. Seperti menggelar rapat terbatas, yang dihadiri juga oleh instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersbeut, biasanya mereka membahas tentang langkah dan strategi apa yang harus dilakukan untuk menekan angka Covid-19.

“Kita melakukan tracing masif dan langsung kita rapid test antigen, yang positif langsung di tes PCR,” katanya.

Saat ini, lanjut Lesty, sudah banyak laboratorium yang disediakan untuk melakukan PCR. Sebelumnya, hanya BBLK Palembang yang menyediakan laboratorium untuk tes PCR.

Namun sekarang sudah ada sekitar 15 unit laboratorium, dengan kemampuan 1.800 tes PCR per hari.

“Sedangkan untuk rapid antigen bisa menggunakan dana refokusing. Untuk rapid antigen ini juga ada bantuan dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, sebanyak 4.000 tes, untuk Palembang,” ungkapnya.

Di Sumsel sendiri, ketersediaan rapid test antigen ada sekitar 10.000-an. Jika Kabupaten/Kota kekurangan rapid test antigen, akan langsung dipasok.

Namun jika Kabupaten/Kota juga, tidak hanya bisa mengandalkan provinsi, mereka harus memasok sendiri alat rapid antigen, bisa dengan refokusing.

“Untuk penanganan isolasi, tidak lagi melihat kabupaten/kota mana, semua diterima. Tidak hanya dari Sumsel, yang penting tidak ada yang OTG,” katanya.