Surat edaran larangan salat ied di seluruh Masjid diterbitkan

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebelumnya sempat memperbolehkan masjid menggelar salat ied dengan syarat zonasi. Namun mendadak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mendadak melarang seluruh masjid melaksanakan salat ied.

Hal itu ternyata Kepala Kemenag Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, keputusan tersebut diambil Pemkot Palembang bersama Kemenag, Polrestabes dan Kodim 0418/Palembang pada hari Rabu,(12/5/2021) atas dasar peringatan Satgas Covid-19 karena Palembang masih zona merah Covid-19.

“Jika tetap ada yang melaksanakan salat ied di masjid maka konsekuensinya ditanggung pengurus masjid,” katanya

Surat keputusan bersama tersebut diterbitkan dengan nomor 1/KPTS.BER/II/2021, nomor 1258/KPTS/KK.06.05.02/HN.02/05/2021, nomor B/1326/V/OPS/2021, dan nomor B/250/V/2021.

Selain pelaksanaan Salat Ied surat keputusan itu juga mengatur terkait dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih Tahun 2020 dalam kondisi pandemi Covid-19.

Pada ketetapan kedua surat keputusan menyebutkan pelaksanaan ibadah sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu (Idulfitri dan Kenaikan Isa Almasih) dilaksanakan di rumah masing-masing dengan keluarga inti.

Selanjutnya, poin ketiga menyatakan SE Kemenag Palembang nomor 1222/SE./KK.06.05.02/HM.02/05/2021 yang mengatur Salat Ied berdasarkan zonasi Covid-19 tingkat kelurahan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Termasuk Masjid Agung Palembang juga sudah mengonfirmasi batal melaksanakan Salat Ied,” ujarnya.

Larangan Salat Ied di masjid tersebut membuat Kota Palembang dua kali tidak melaksanakan Salat Ied berjemaah setelah pada 2020 warga juga melaksanakan shalat dari rumah masing-masing.