Pengamat Sosial dan kebijakan publik dan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pada tanggal 15 Mei 2021 lalu, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 tahun. Namun karena pandemi Covid-19, tidak ada gegap gempita perayaan HUT ke-75 tahun Sumsel.

Bertambahnya usia Provinsi Sumsel ini, turut disoroti oleh mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana.

Permana yang juga merupakan pengamat sosial dan kebijakan publik di Sumsel ini, mengucapkan selamat bertambah usia untuk Provinsi Sumsel, yang sudah semakin dewasa saat dipimpin oleh Gubernur Sumsel ke-15, Herman Deru.

Dengan bertambahnya usia Sumsel, Permana menyoroti poin-poin penting yang harus diprioritaskan dan ditangani secara serius oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Menurutnya, ada kelebihan dan kekurangan setiap pemimpin Sumsel, yang sesuai dengan visi misi yang dijanjikan.

Poin pertama yaitu, Gubernur Sumsel Herman Deru harus lebih membangun chemistry lagi dengan para staff. Yaitu untuk meningkatkan perekonomian, kesehatan dan penanganan covid-19.

“Sumsel sudah memasuki kematian Covid-19 tertinggi ke-3. Secara nasional (kasus Covid-19) 2,5 persen, di Sumsel 4,79 persen. Harus ada inovasi dan terobposan penanganan Covid-19 di Sumsel,” ucapnya, Senin (17/5/2021).

Permana dan istri
Permana dan istri

Lalu, Sumsel masuk dalam urutan 10 provinsi termiskin di Indonesia. Hal ini harus ditangani langsung oleh pemerintah, dengan berbagai upaya-upaya dan terobosan untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Dia mengatakan, Gubernur Sumsel sudah berjanji untuk menurunkan angka kemiskinan 1 digit. Tapi sekarang angka kemiskinan masih di angka 13 persen.

Dengan adanya pandemi Covid-19, lanjut Permana, harus ada chemistry dengan berbagai lintas sektor, pihak swasta, Satgas Covid-19 dan masyarakat.

“Kalau bisa melibatkan masyarakat, bisa difasilitasi, memberikan motivasi, secara bersama-sama. Jadi, Sumsel akan bisa sedikit menurunkan angka kemiskinan bisa lebih baik ke depan,” ujarnya.

Dilanjutkan Permana, Pemprov Sumsel harus lebih membuka diri, melibatkan para pakar, tidak mengandalkan bawahannya. Karena masukan lebih banyak dari luar dan harus lebih transparan.

Dan juga, pihak enterpreuner harus diberikan tanggung jawab di saat Covid-19. Seperti mengelola batubara, sawit, minyak dan lainnya.

“Gubernur Hermau Deru juga mempunyai keberhasilan saat jadi bupati. Di pertanian, sumbangan 20 persen nasional. Jadi trigger meningkatkan lagi,” katanya.

Permana menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, Palembang Sumsel sangat terkenal. Tapi dari sisi pariwisata, Palembang jauh tertinggal dari Lampung.

Namun jika jalan tol Trans Sumatra sudah dibuka, Permana optimis peluang perekonomian Sumsel bangkit akan lebih besar.

“Jangan lakukan bisnis biasa saja, harus ada langkah inovasi. Pembangunan infrastruktur bagus, tapi kemiskinan belum turun 1 digit, Sumsel akan jauh tertinggal,” ungkapnya.