Kepala BBPJN Sumsel Kiagus Syaiful Anwar saat menjelaskan tentang proyek pembangunan infrastruktur Fly Over Patih Galung di batas Kota Prabumulih-S.P Belimbing Prabumulih (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel), mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan.

Serta menerapkan manajemen mutu dan pengendali mutu pelaksanaan pekerjaan, penyediaan dan pengujian bahan dan peralatan keselamatan.

Dan juga laik fungsi jalan dan jembatan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Selain memperbaiki jembatan di Kota Palembang Sumsel, BBJN Sumsel juga akan membangun Fly Over Patih Galung, yang berlokasi di batas Kota Prabumulih-S.P Belimbing Prabumulih.

Kepala BBPJN Sumsel Kiagus Syaiful Anwar mengatakan, pada hari Senin (24/5/2021) kemarin, sudah dilaksanakan penandatanganan Kontrak Pembangunan Fly Over Patih Galung.

Pembangunan Fly Over Patih Galung, merupakan kegiatan pendukung konektivitas nasional.

Yang juga meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa, demi meningkatkan kinerja sistem logistik nasional di Sumsel.

“Ini merupakan upaya pemerintah, untuk menambah kapasitas jalan yang dapat mengurai kemacetan dan waktu tempuh,” ucapnya, saat menggelar Konferensi Pers di kantor BBPJN Sumsel, Kamis (27/5/2021).

Dengan penambahan infrastruktur tersebut, ditaksir bisa mengurangi biaya operasi kendaraan dan mengurangi dampak perlintasan yang tidak sebidang dengan jalur kereta api.

Nilai kontrak pembangunan Fly Over Patih Galung sendiri, sekitar Rp80 miliar.

Dengan panjang struktur 382,35 meter, 77,638 meter panjang oprit arah Prabumulih dan 74,698 meter panjang oprit arah Kabupaten Muara Enim.

“BBPJN Sumsel berkomitmen dan fokus dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional, yang berada di Sumsel,” ujarnya.

Diungkapkannya, wilayah kerja BBPJN Sumsel, meliputi ruas jalan nasional sepanjang 1.600 Km dan jembatan sebanyak 481 buah.

Di mana, pelaksanaan kegiatan tahun 2021, didanai oleh APBD.

“Dengan pagu DIPA sebesar Rp1,59 triliun. Dan total paket kontraktual tahun anggaran 2021, di lingkungan BBJN Sumsel sebanyak 64 paket,” ujarnya.

BBPJN Sumsel memiliki program proyek KPBU Preservasi Jalintim Sumsel, yang telah Financial Close pada tanggal 22 Februari 2021 di Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurutnya, preservasi Jalintim Sumsel merupakan proyek KPBU pertama di sektor jalan non-tol di Indonesia.

Hal ini merupakan bentuk kerjasama proyek KPBU Jalintim Sumsel, yang merupakan Design Build Finance Operatr Maintain Transfer (DBOFMT).

“Ini dengan pengembalian investasi, melalui skema Availability Payment (AP),” katanya.