Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebanyak 1,6 juta jiwa masyarakat Kota Palembang terselamatkan. Pasalnya ratusan kilogram makanan berformalin telah dimusnahkan dan gagal beredar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Balai POM Palembang dan Polrestabes Palembang memusnahkan makanan berformalin dengan cara disiram deterjen. Makanan berformalin itu didapatkan dari dua supermarket atau pasar modern di Kota Palembang.

Pertama supermarket Diamond berupa Kismis, 42,018 Kg, Kolang kaling 4,544 Kg, Kim cham (sedap malam) 0,57 Kg dan Rebung Batang 8,730 kg.

Kedua supermarket Pasar Raya JM berupa Manisan salak pedas 14,65 Kg,
Manisan mangga pedas 10,86 Kg,
Manisan salak bias 446 Kg dan
Manisan kolang kaling 5 Kg.

“Makanan ini sudah kita periksa sebanyak dua kali hasilnya positif formalin. Makanya hari ini kita musnahkan,”kata Wakil Wali Kota Wawako Palembang Fitrianti Agustinda saat memimpin memusnahkan di halaman kantor Pemkot Palembang Kamis,(6/5/2021).

Diakuinya penemuan di pasar tradisional 8,3 ton ikan giling memang belum ikut dimusnahkan. Alasannya masih dalam tahap pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Palembang.

“Kita temukan formalin di pasar tradisional dan pasar modern. Tetapi untuk ikan giling kemarin masih di periksa terlebih dahulu,”ujarnya

Kepala Balai POM Palembang, Martin Suhendri menjelaskan, pemusanahan makanan ini dilakukan dengan cara siram pakai deterjen lalu dibuang langsung ke TPA Sukawinatan dengan pengawalan ketat.

“Total semua barang yang kita musnah kalau di nilai ekonomis sebesar Rp 22 juta,” jelas dia.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan berbelanjalah dengan cerdas dan cermat.

“Perhatikan jika makanan itu tidak dihinggapi lalat, tidak basi dalam beberapa hari. Itu salah satu ciri makanan berformalin,”pungkasnya