Detak-Palembang.com MARTAPURA – Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T., ingin peringkat Monitoring Control for Prevention (MCP) Kabupaten OKU Timur yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada peningkatan dari Kabupaten kota di Sumatera Selatan. Semua kepala OPD pun diminta untuk melengkapi persyaratan dan perangkat pendukung untuk menunjang kenaikan peringkat MCP ini. 

MCP ini sendiri merupakan monitoring capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program ini dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia dan meliputi delapan area intervensi. 

Bupati OKU Timur menjelaskan, ada delapan area intervensi program pencegahan korupsi melalui rencana aksi yang terukur yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan terpadu satu pintu, dan kapabilitas APIP. Kemudian manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola Dana Desa. 

“Apa yang kurang dan yang diperlukan Korsupgah segera penuhi, seperti galian C di Kecamatan Jayapura itu bila perlu kita gunakan timbangan yang terhubung langsung dengan KPK,” ujar Enos. 

Dalam kesempatan wawancara, Bupati OKU Timur menjelaskan bahwa MCP sejatinya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membangun suatu kerangka kerja yang dapat digunakan untuk memahami elemen-elemen risiko korupsi. Elemen tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan sektor, wilayah, atau instansi yang rentan terhadap korupsi dan menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi gambaran strategis dan prioritas rekomendasi yang akan memberikan arahan bagi upaya pencegahan korupsi. 

Dalam kesempatan itu juga Bupati OKU Timur mengevaluasi capaian kinerja program 100 hari kerja kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., mengingat pada 26 Mei nanti sudah masuk 90 hari kerja kepemimpinan Enos – Yudha, artinya masih ada 10 hari lagi menuju 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur kepentingan Enos-Yudha. 

“Saya ingin 10 hari kedepan segera kita lakukan apa yang kurang dalam program 100 Hari Kerja Saya dan Pak Wakil Bupati OKU Timur,” ujarnya.