#Pintu Masuk Sumsel di Jaga Ketat

Detak-Palembang.com MARTAPURA – Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T., menghimbau bagi masyarakat OKU Timur baik dari dalam atau dari luar OKU Timur agar tetap mematuhi peraturan yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri untuk tidak melakukan mudik lebaran di tahun ini. 

Perintah larangan mudik jelang Hari Raya Idul Fitri itu dituangkan dalam Instruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021.

“Kalau soal hati masyarakat tentu ingin sekali untuk mudik, tapi dikarenakan harus menegakkan protokol kesehatan maka kita harus menerima dan mematuhi semua himbauan dan aturan yang diberikan pemerintah pusat,” kata Bupati OKU Timur usai menghadiri Paripurna di Gedung DPRD, Selasa (04/05/2021). 

Karena itu sudah ditetapkan, Bupati OKU Timur menghimbau masyarakat harus mengikuti apa yang sudah diperintahkan oleh Pemerintah Pusat. 

Sedangkan terkait Shalat Id, secara pribadi Bupati ingin Shalat Id ini tetap dilakukan di Masjid tapi harus sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Disediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer, wajib memakai masker. Jarak jemaah antara satu sama lain wajib dibatasi dan jumlah jemaah harus didalam Masjid dibatasi dari jumlah biasanya atau separuh. 

“Secara Pribadi untuk Shalat Id saya ingin tetap dilaksanakan di Masjid dengan tetap Protokol Kesehatan yang ketat. Namun seandainya nanti terjadi koreksi dikemudian hari ya kita tetap patuhi,” ujar Bupati.

Pintu Masuk Sumsel di Jaga Ketat

Sementara itu, sebagai tindak pencegahan penyebaran Covid-19, Polisi Pamong Praja bersama Dinas Perhubungan dan Polres OKU Timur serta Polisi militer melakukan penjagaan pintu masuk ke OKU Timur dan Provinsi Sumsel, Senin (03/05/2021).

Pintu masuk yang dijaga, di wilayah perbatasan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan salah satu jalur mudik lintas Sumatera. 

Pol PP OKU Timur melakukan cek suhu badan, cek identitas, cek prokes serta sosialisai 5 m.

Kasat Pol PP OKU Timur Vikron Usman mengatakan sesuai instruksi Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T., Pemerintah sudah melarang untuk mudik, guna mencegah penyebaran Virus Corona. 

“Kita melakukan pemeriksaan bagi pemudik yang tidak memenuhi syarat mempunyai surat keterangan telah tes Swab Antigen di suruh putar balik, baik kendaraan pribadi maupun angkutan antar kota antar provinsi,” katanya. 

Selain pencegatan, satuan Pol PP bersama personil TNI, Polri dan Kecamatan Belitang juga melakukan razia protokol kesehatan di Pasar Tradisional Desa Nusa Bakti lanjut Vikron. 

“Selain itu juga Pol PP mensosialisasikan melalui pengeras suara mobil kepada masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan, sosialisasi ini juga dilakukan di pasar Beduk Martapura dan Belitang Madang Raya,” katanya. 

Vikron menambahkan, selain Polri dan TNI juga ada Sat Brimob ikut serta dalam sosialisasi ini. Bahkan Pol PP akan terus lakukan sampai OKU Timur kembali ke zona hijau dari Covid-19.