Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo saat menyerahkan cinderamata ke Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Mawardi Yahya, saat pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Griya Agung Palembang (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Berdasarkan data per 28 Februari 2021,, jumlah QRIS di Indonesia telah mencapai 6.331.951 merchant.

Sumsel berada pada posisi ke-9 secara Nasional dan ke-2 di Sumatera, dengan jumlah 180.047 merchant dengan pertumbuhan 124,12 persen year over year (yoy) atau 3,68 persen month over month (mtm).

Diungkapkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo, Usaha Mikro (UMI) mendominasi implementasi QRIS di Sumsel dengan persentase 68,81 persen

Jika diakumulasikan, implementasi QRIS sudah didominasi oleh UMKM dengan total 95,88 persen.

Mempertimbangkan jumlah UMKM di Sumsel yang mencapai lebih dari 2 juta usaha, lanjutnya, peluang untuk implementasi QRIS pada sektor UMKM tentunya masih sangat luas.

“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan kementerian/lembaga, otoritas dan pelaku industri di bidang ekonomi dan keuangan digital, dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia,” katanya, saat membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Griya Agung Palembang, Senin (5/4/2021).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo saat menjelaskan tentang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) ke awak media di Griya Agung Palembang (Detak-Palembang.com)

Menindaklanjuti Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD), di Sumsel telah terbentuk 6 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Yaitu di tingkat provinsi dan 5 Kabupaten/Kota yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Bank Indonesia mendukung penuh pembentukan TP2DD dan mengapresiasi Pemerintah Provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumsel, yang telah mendorong terbentuknya TP2DD

“Secara konsisten mendukung implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) dan digitalisasi ekonomi daerah,” katanya.