Sekda Palembang Ratu Dewa saat menghadiri rapat di rumah dinas Walikota

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa memberikan penjelasan detail sistem penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang diterapkan sekarang.

“PPKM berbasis mikro optimal terfokus kepada pelosok daerah bukan secara global. Di setiap Kelurahan ada posko yang diketuai oleh Lurah,”katanya Jumat,(16/4/2021).

Dijelaskannya posko PPKM di setiap Kelurahan dinilai sangat efektif. Disebutnya di setiap Kelurahan terdapat tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hal itu bisa mendekatkan sosialisasi pencegahan Covid-19 secara persuasif kepada warga.

“Makanya sekarang Pol PP merapat di setiap wilayah kelurahan. Selain itu di kelurahan juga lengkap ada Bhabinkamtibmas TNI dan Polri,”tuturnya

Diakuinya setiap posko akan melakukan sidak ke rumah rumah warga di setiap Kelurahan di Palembang. Selain itu di setiap Kelurahan juga akan bekerjasama dengan puskesmas terdekat dan tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkot.

“Nanti posko Kelurahan itu akan mendatangi rumah warga. Apabila ada yang positif langsung di isolasi oleh pihak puskesmas,”jelasnya lagi

Dijabarkannya setiap daerah yang di razia ternyata dalam lima rumah satu rumah saja terdapat warga positif Covid-19 status tempat akan diberikan lebel oleh posko zona merah. Hal itu dinilai sangat efektif untuk menekan Palembang agar terbebas dari zona oranye.

“Apabila satu rumah saja ada positif daerah itu akan di cap zona merah. Setelah itu kita lakukan 3T pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment),”ucapnya.

Sedangkan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pihak posko Kelurahan PPKM mikro menerapkan sangksi Perwali yang digunakan saat penerapan PSBB.

“Harapan kita selain untuk menghapus zona oranye menuju zona hijau kita mau meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesadaran kolektif karena Covid-19 ini butuh kesadaran bersamaan untuk memberantasnya,”pungkasnya