JT : Saya minta maaf

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Setelah ditangkap pelaku pemukulan perawat RS Siloam JT buka suara. Dia meminta maaf kepada perawat RS Siloam jadi korban penganiyaan dilakukannya.

“Saya minta maaf sebesar besarnya kepada korban dan keluarga korban. Juga dengan pihak RS Siloam,”kata JT memberikan komentar saat Polrestabes gelar perkara Sabtu,(17/4/2021).

Dia mengaku kesalahan terhadap korban perawat RS Siloam. Dia sangat menyesalkan sikap dan perilakunya tersebut.

Video kekerasan pelaku viral di media sosial

“Saya mengakui telah melakukan kesalahan. Saya hanya emosi sesaat saja,”jelasnya.

Lalu dia mengakui penyebab emosi karena banyak faktor. Saat itu dia tengah kelelahan karena telah 4 hari kelelahan menjaga anaknya.

“Mungkin saya kelelahan karena kecapekan. Mungkin juga bulan puasa dan terik panas matahari buat saya mudah emosi,”ujarnya.

Dia juga mengaku tersulut emosi karena melihat darah dan anaknya menangis. Itu penyebabnya naik pitam hingga tersulut emosi.

“Maaf saya sebenernya hanya tersulit emosi saja. Sebab melihat anak saya menangis dan darah,”ucapnya

Sementara itu aparat kepolisian Polrestabes Palembang menangkap pelaku JT di kediamannya di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelaku saat diamankan di Polrestabes Palembang

Pelaku diancam hukum dua tahun penjara dalam kasus penganiyaan Pasal 351 KUHP.

Diberitakan Detak-Palembang.com sebelumnya, video keluarga pasien memukul perawat di RS Siloam Palembang viral di media sosial (medsos). Video kekerasan pelaku menggunakan baju merah, celana pendek, topi putih tersebar di berbagai akun Instagram hingga grup WhatsApp.

Seiring viralnya video itu ternyata korban perawat RS Siloam diketahui bernama Christina Ramauli S (27) ternyata pada hari kejadian Kamis,(15/4/2021) telah melapor ke polisi.

Hal itu dibenarkan oleh Kasubag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah pihaknya telah menerima adanya laporan kasus penganiyaan perawat RS Siloam.

“Benar laporan kasus penganiyaan perawat RS Siloam sudah kita terima. Korban melaporkan kemarin,”katanya saat dibincangi Jumat (16/4/2021)

Dilanjutkannya berdasarkan laporan itu, kejadian ini, Kamis (15/4), sekitar pukul 13.30 WIB. Korban melaporkan pelaku yang diketahui berinsial JT merupakan orang tua dari pasien.

Korban dipanggil untuk menemuinya di ruang IPD 6 di kamar 6026. Terlapor menanyakan bagaimana cara pasien melepas infus di tangan anaknya.

Namun, belum sempat korban menjawab, terlapor langsung memukul wajahnya. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, tapi terlapor tetap memukul kembali wajah korban.