Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang secara resmi mengumumkan menerapkan sistem Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Ternyata sistem penerapan PPKM berbasis mikro ternyata sangat simpel dan sederhana. Meskipun masih banyak masyarakat belum memahami sistem penerapannya tersebut.

Hal itu dijelaskan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra tentang bagaimana sistem penerapannya.

“Sistem penerapannya sangat simpel PPKM berbasis mikro. Jadi pemimpin garda terdepan Lurah berhubungan kepada masyarakat melakukan sosialisasi,”katanya Kamis,(15/4/2021)

Diakuinya pihak Kelurahan sendiri telah memiliki tim lengkap baik itu Bhabinkamtibmas TNI dan Polri serta adanya tim gugus tugas Covid-19 disana. Itulah yang membuat tidak adanya personil khusus PPKM karena secara mikro anggota dinilai sudah sangat lengkap.

“Untuk personal PPKM, kalau secara mikro setiap kelurahan itu sudah lengkap. Tinggal hanya proses sosialisasi PPKM secara mikro tersampaikan kepada masyarakat secara luas,”ujarnya.

Menurutnya sasaran PPKM mikro lebih kepada menargetkan agar pola tindakan masyarakat kembali kepada penerapan protokol kesehatan. Bahwa Covid-19 itu benar-benar ada hingga masyakarat kembali sadar menerapkan prokes dikehidupan sehari-hari.

“Iya apabila ternyata pada penerapan PPKM secara mikro ada pelanggaran tentunya petugas di Kelurahan akan menerapkan pelanggaran sesuai dengan Perwali. Apa sanksinya sama seperti PSBB,”ucapannya

Diakuinya berdasarkan rilis dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia PPKM juga memberikan arah kepada pelanggar baru. Yakni Presiden Jokowi telah melarang bagi masyarakat untuk menggelar buka puasa bersama atau bukber dan juga melarang pejabat untuk melakukan open house.

“Titah dari Pak Jokowi juga akan kita terapkan tentunya,”pungkasnya