Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Terbongkarnya kasus eksploitasi anak dibawah umur yang disuruh mengemis disinyalir marak terjadi di Kota Palembang.

Lantaran saat lampu merah sering terlihat anak kecil meminta minta uang dan mengamen. Lalu ada juga menggunakan kostum boneka untuk meminta uang uang kepada pengendara.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, pihak juga tengah menelusuri adanya indikasi maraknya eksploitasi.

“Dari kasus ini, kita tengah dalami ada siapa atau sindikat dan jaringan apa yang menyuruh anak-anak mengemis. Ini lagi telusuri dan akan kita tindak tegas,”katanya saat dibincangi diruangnya Kamis,(29/4/2021).

Diakuinya memang marak sekali dijumpai anak-anak dibawah umur dipekerjakan sebagai mengemis dan mengamen di lampu merah di Kota Palembang.

Menurutnya terkuaknya kasus nenek yang menganiaya cucu untuk mengemis menjadikan terbukanya kasus indikasi maraknya kasus ekploitasi anak yang kerap terjadi.

“Dia terekam oleh masyarakat dan menjadi viral. Cucunya di pukul pakai tas dan dijambak karena uang setoran mengemis kurang,”ujarnya

Sedangkan pelaku Suryani (46) telah ditetapkan sebagai tersangka dengan hukum maksimal 10 tahun penjara Undang undang Perlindungan Anak.

“Nenek itu sekarang sudah jadi tersangka. Ancaman maksimal 10 tahun. Sekarang kita akan selidiki adakah sindikat lain dan pelaku lainnya. Apabila ada akan kita tindak tegas,”pungkasnya