Kepalq Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo menyerahkan penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) ke 6 kabupaten/kota di Sumsel (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com – PALEMBANG – Dalam satu dasawarsa terakhir, transformasi digital telah mewarnai berbagai aspek kehidupan, termasuk dari sisi ekonomi dan keuangan.

Ekonomi dan keuangan digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan.

Dalam rangka meningkatkan penguatan bidang ekonomi dan keuangan digital, Bank Indonesia berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian serta Kementerian/lembaga menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI).

Kegiatan bertema ‘Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia’ ini, dibuka langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Mawardi Yahya dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo, di Griya Agung, Senin (5/4/2021).

Menurut Hari Widodo, FEKDI yang digelar pada tanggal 5-8 April 2021, bertujuan untuk mendorong pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi, meningkatkan pemahaman bagi masyarakat, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Berbagai rangkaian kegiatan FEKDI, antara lain launching Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), showcase inovasi pendukung fast payment. Serta erbagai talkshow menarik terkait ekonomi dan keuangan digital.

“Kegiatan ini juga dapat disaksikan secara virtual oleh masyarakat umum dengan mengakses website www.fekdi.co.id,” ucapnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan digital di daerah.

Hal tersebut tercermin dari upaya bersama dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP).

Dengan tujuan mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah, dari tunai menjadi non tunai.

Yaitu melalui berbagai instrumen dan kanal pembayaran elektronik untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah.

“Implementasi ETP pada tahun 2020 telah berhasil mendorong seluruh belanja langsung menerapkan non tunai dimana belanja pemda di Sumsel,” katanya.

Yang mana telah terimplementasi secara non tunai sebesar Rp42,46 triliun di triwulan III-2020, dengan ragam kanal pembayaran yang telah digunakan baik Teller, ATM, Mobile Banking.

Hal itu menjadikan Sunsel sudah berada pada tahap maju dan berada pada peringkat 10 secara nasional.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo saat membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Griya Agung Palembang Sumsel (Detak-Palembang.com)

Dia mengatakan, digitalisasi transaksi melalui ETP juga telah berhasil diterapkan pada sisi pendapatan daerah meliputi Pajak Hotel dan Pajak Hiburan, Pajak Restoran, Pajak Reklame & Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Pajak Parkir, dan sebagainya.

Dalam rangka meningkatkan penggunaan transaksi non tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, juga terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh masyarakat.

Sebagai metode pembayaran terbaru yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk memperluas alternatif pembayaran non tunai, QRIS memiliki berbagai manfaat.

Antara lain lebih efisien, hasil penjualan tercatat otomatis, serta relatif lebih aman baik bagi pedagang ataupun pembeli karena tidak melibatkan uang tunai.

“QRIS sendiri memudahkan proses pembayaran bagi pedagang ataupun pembeli karena terintegrasi dengan berbagai aplikasi pembayaran digital,” ungkapnya.

Dengan semakin banyaknya penggunaan transaksi digital, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran wabah COVID-19.

“Dan dapat memfasilitasi aktivitas perekonomian yang tetap berjalan di masa pandemi,” katanya.