Detak-Palembang.com MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur Menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) melalui Bappeda dan Litbang OKU Timur, guna Menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 kegiatannya dibuka langsung Bupati OKU H. Lanosin Hamzah. S.T., Kamis (18/3).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati OKU Timur H. M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., Kepala Bappeda dan Litbang Sumsel Dr. Ir. H. Firmansyah, M.Sc., Kepala Bappeda dan Litbang OKU Timur Mariyus Markus Firdaus S.STP.,  Unsur Forkopimda Kabupaten OKU Timur.

Bupati OKU Timur H. Lanosin Hamzah, S.T., dalam paparannya berucap ”Alhamdulillah” OKU Timur bisa dikategorikan kabupaten yang sudah maju dan terukur dari tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Selatan yaitu 0,41% indeks pembangunan manusia walaupun masih di posisi 69,28 persen.

Untuk mempertahankannya tingkat pengangguran juga sangat rendah 3,81%, dan angka kemiskinan di angka 10,43%, dengan capaian pembangunan yang telah kita capai, meskipun capaian tersebut belum seluruhnya memenuhi harapan OKU Timur daerah sudah maju ungkap Enos.

Sambungnya, memperhatikan kemajuan pembangunan di OKU Timur beberapa tahun terakhir serta isu-isu strategis di masyarakat maka kami menyusun Visi Misi OKU Timur Maju Lebih Mulia.

“Saya, bercita-cita dan inginkan kita semua dapat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, Mulia ini secara mutlak dan juga ada singkatan dari Mulia itu secara mutlak,” ungkap Enos.

This image has an empty alt attribute; its file name is musrenbang1.jpg

Kepala Bappeda dan Litbang Sumsel Dr. Ir. H. Firmansyah, M.Sc., memaparkan Tahun 2022 beberapa target pendapatan yang belum tercapai antara lain, Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 0,5 sampai 6,1% tingkat kemiskinan turun menjadi 9,6 sampai 9,91% tingkat pengganguran menurun mencapai 3,75 persen Indek pembangunan manusia mencapai 72.42 persen

Dalam rangka mencapai target tersebut maka pemerintah provinsi Sumsel tahun 2022 mendatang dengan memiliki langkah dalam percepatan Penurunan tingkat kemiskinan dan stanting serta  pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan produktivitas pertanian investasi industri perdagangan dan pariwisata.

Selanjutnya, pengembangan kualitas sumber daya manusia Madani dan prestasi pemerataan pembangunan melalui peningkatan dan konektivitas kelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana serta optimalisasi reformasi birokrasi dan stabilitas keamanan Tahun 2022.

“Melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk mencapai kreatifitas daerah bukan hal yang mudah, dibutuhkan bersinergi bekerja keras dengan seluruh pemangku kepentingan untuk pembangunan Kabupaten OKU Timur,” ungkapnya.

Ia, berharap beberapa isu strategis yang berikut yang dapat dicapai bersama antara lain diantaranya pemulihan indikator pembangunan yang terdampak Covid-19.

”Pembangunan jalan dan jembatan serta infrastruktur dasar dan akses terhadap sanitasi layak dan rumah tinggal yang layak peningkatan produktivitas pertanian perkebunan perikanan dan peternakan serta dapat mempertahankan kerukunan masyarakat dan umat beragama.” 

Diharapkan,  Rencana pembangunan Sumsel Tahun 2019-2023 dapat dicapai, harus satu muara menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan, pungkas Kepala Bappeda dan Litbang Sumsel.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Bappeda dan Litbang OKU Timur, Marius Markus mengatakan, “Musrenbang RKPD  OKU Timur tahun 2022 dengan maksud guna membahas dan mensinkronkan usulan rencana program kegiatan pembangunan dari semua unsur  terlibat yang berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan jangka Panjang Daerah tahun 2005-2025,  Rencana tata ruang wilayah OKU Timur dan rencana tata ruang wilayah Provinsi.”

“Dimana, arah pembangunan nasional dan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2002,  serta Visi misi Bupati OKU Timur 2021-2026 dengan tujuan  mendapatkan masukan dan saran untuk penyempurnaan rancangan RKPD Tahun 2022 memuat prioritas pembangunan daerah pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsinya termasuk pemutakhiran mengenai kegiatan, dananya berasal dari APBD Kabupaten APBD provinsi APBN dan sumber pendanaan lainnya,” kata Mariyus dalam sambutan.

Selain itu, sambung Mariyus, mensinergikan antara usulan kegiatan berdasarkan aspirasi masyarakat dan cara kerja pemerintah pusat, rencana kerja pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan dokumen RPJMD OKU Timur tahun 2005-2025. 

Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari musrenbang tingkat desa, tingkat kecamatan hasil, dan dari hasil rapat koordinasi teknis OPD kabupaten dengan provinsi serta forum. Bahwa berdasarkan hasil rekapitulasi usulan masyarakat melalui RKPD sebanyak 654 usulan, sudah diverifikasi mitra sebanyak 477. Berdasarkan usulan terbanyak diajukan ke OPD Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sebanyak 232 usulan.

Dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sebanyak 81 usulan, Dinas Perhubungan sebanyak 34 usulan selebihnya usul diajukan di berbagai objek yang lain. 

sumber: http://www.okutimurkab.go.id/musrenbang-oku-timur-selaraskan-dengan-selera-rakyat.html