Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dewasa kini, ataupun karena efek pandemi pedagang nakal tidak kunjung berhenti, tetap nekat menjual dagangannya dengan mencampurkan formalin.

Faktor itu karena seringnya disidak Pemerintah Kota (Pemkot) dan BPOM Palembang masih saja terus ditemukan tahu, mie basah dan ikan berformalin.

Tujuannya untuk meraih keuntungan, agar dagangnya tetap awet dan terlihat segar saat dijajakan. Meskipun efeknya merugikan kesehatan para konsumen.

Berdasarkan informasi dihimpun Detak-Palembang.com di lapangan adanya kabar para pedagang nakal itu membeli formalin di pasar gelap.

Istilah pasar gelap ini, disebut karena pembelinya tidak mengetahui siapa penjualnya.

Padahal konsentrasi Pemerintah Kota (Pemkot) terkoneksi untuk mencari penjual formalin. Hal itu untuk memutuskan mata rata pedagang agat tidak lagi bisa membeli formalin.

Sebelumnya Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda melakukan sidak ke distributor obat hewan penjual formalin untuk digunakan perternak. Bertujuan agar tidak memperjual belikan secara bebas formalin ke pedagang nakal.

Saat dibincangi desasdsus Finda membenarkan hal itu terjadi. Karena saat penangkapan tersangka 20 ribu tahu berformalin juga mengakui membeli dari pasar gelap.

“Iya kita sudah tanya dia beli dari mana. Katanya tadi dia membeli formalin orang nya tidak kenal. Setiap kali membeli penjual menggunakan helm jadi dia tidak kenal,”kata Finda saat dibincangi Kamis,(25/3/2021).

Namun kondisi itu tidak lantas membuatnya mundur untuk menindaklanjuti peredaran formalin kepada pedagang.

“Jadi seperti ini, sekarang kami fokus kepada penjual formalinnya. Kalau tidak ada lagi penjual formalin, saya rasa bahan makanan untuk warga Palembang di pasar akan aman,”ucapnya lagi

Diakuinya kedepan dia akan menjalin hubungan erat dengan pihak kepolisian Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel. Tentunya untuk menyelidiki peredaran penjualan formalin di Kota Palembang.

“Kedepannya kami akan melibatkan pihak kepolisian,”pungkasnya