Detak-Palembang.com – Indralaya Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar melaunching Sub Penyalur Bahan Bakar Minyak (SPBBM) Tahap Pertama dan ground breaking pertashop tahap pertama Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya. Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan pita dan simulasi pengisian BBM. (Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, Rabu,17/3/2021)

HD katakan sebagai SPBBM pertama yang dikelola pertama oleh ponpes ini tentu akan diikuti para ponpes di Sumsel. “Ini harus dikelola dengan baik bagi pengelola pelayanan untuk masyarakat umum dengan berbasis kolaborasi perekonomian yang syari, karena jika ini menjadi trend center dan diikuti ponpes lainnya maka akan menjadi amal jariyah bersama begitu juga sebaliknya,” katanya.

Lebih lanjut, HD meminta agar dalam pelaksanaannya pihak Ponpes harus menjalin kemitraan dan memberikan pelayanan yang terbaik. Menurutnya, bisnis ini mengandalkan kepercayaan memastikan takaran bensin sesuai sehingga tidak menyebabkan kerugian bagi orang lain. Selain itu, tetap jaga kemurnian produk, maka pertamina juga perlu terus memberikan bimbingan terkait hal ini.

“Inovasi-inovasi yang dilakukan Ponpes menunjukan SDM yang ditempa didalamnya sudah setara dengan anak-anak yang menempuh pendidikan umum. Mudah-mudahan kemandirian ini akan disonsong dengan pembangunan pusat perekonomian,”katanya.

Ketua Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya, Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A., mengatakan SPBBM berbasis pesantren dan merupakan program Presiden Jokowi yang diamanahkan ke BPH Migas, kemudian menunjuk Ponpes Al-Ittifaqiah membangun SPBBM sebagai usaha membangun BBM bersubsidi yang tepat sasaran dan membantu aktivitas perekonomian di masyarakat.

Turut hadir Ketua DPW NU Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi, Para Kepala OPD Prov Sumsel dan FKPD Kabupaten Ogan Ilir.