Detak-Palembang.com PALEMBANG – Tim gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan sidak terhadap pelanggar protokol kesehatan (Prokes). Ada dua belas warga yang diamankan karena pelanggaran tersebut.

Razia sendiri dilakukan pada malam hari Senin,(14/12/2020) di pimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ratu Dewa.

“Semalam kita razia untuk memastikan apakah tempat pelayana menerapkan Prokes atau tidak. Alhasil kita temukan sebanyak 12 orang paling banyak tidak menjaga jarak,”katanya Selasa,(15/12/2020)

Disinggung terkait status zona merah yang disadang Kota Palembang apakah dipicu menerapkan PSBB kembali. Dia menjawab kedepan pihaknya masih ingin menekankan penertiban secara tegas terlebih dahulu.

“Kita belum terpikir sampai menerapkan PSBB. Sekarang kita tetap lakukan optimalisasi pencegahan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Kota Palembang GA Putra Jaya saat ditemui di lokasi razia menjelaskan bahwa selain melakukan razia protokol kesehatan, giat malam ini juga melakukan razia penyakit masyarakat.

“Ketika kita cek di hotel melati kita temukan satu orang yang bukan pasangan suami istri tepatnya di Hotel Oyo Central persisnya di Jalan R. E. Martadinata Kec. Kalidoni Palembang,”ucapnya

Menurutnya dua belas orang yang diamankan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“12 orang total yang kita amankan malam ini, 10 orang yang tidak membawa kartu identitas dan 2 orang lagi yaitu yang kepergok di kamar hotel,” Jelas GA.

Diketahui sepasang kekasih yang bukan Pasangan Suami Istri (Pasutri) ini yakni berinisial YT (28) dan VK (26), YT perempuan asal Muara Kelingi ini ketika ditanya ia mengatakan, bahwa pada saat itu ia hendak Cod Handphone (Hp).

“Iya kebetulan saya mau membeli Hp, karena rumah saya jauh, jadi saya menunggu di hotel ini saja bareng VK sambil istirahat di kamar untuk menunggu si penjual Hp kesini, kami tidak melakukan hal aneh – aneh disini,” terang YT.

Selanjutnya 12 orang pelanggar tersebut akan dilakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dan akan dikenakan denda.