Pedagang Siomay ini jadi korban di aksi RUU Cipta Kerja

Detak-Palembang.com PALEMBANG- Pedagang Siomay Galih Saputra (19) menjadi korban dalam aksi kerusuhan tolak RUU Cipta Kerja di Gedung DPRD Sumsel Kamis,(8/10).

Dia mengaku hampir meninggal karena pingsan terkena gas air mata. Beruntung dia ditarik mahasiswa dan dibawah ke tempat aman.

“Saya ada penyakit asma kena gas air mata jadi pingsan dan terinjak-injak. Untung di tarik oleh mahasiswa ke tempat yang aman,”ujarnya saat dibincangi Detak-Palembang.com

Namun dia justru sedih karena dagangan Siomay rusak. Dia hanya menemukan ban gerobak Siomay miliknya.

“Dagangan saya bang semua habis hancur hanya ada ban. Saya juga baru laku 200 ribu disana Siomay ada 250 biji. Saya rugi, siapa yang mau ganti,”keluhnya.

Diceritakannya lebih detail saat itu sekitar pukul 17.00 WIB dia berdagang di kawasan mahasiswa berdemo tempat di pintu gerbang DPRD Sumsel. Tiba-tiba keributan terjadi ada polisi menabrak dagangannya.

“Ada polisi nambrak dagangan saya dia terjatuh. Lalu mahasiswa belarian dari dalam keluar karena di tembak gas air mata dan di siram air. Dagangannya diinjak-injak,”ucapnya sembari menangis

Disebutkannya dia datang dari Kebumen Jawa Tengah ke Palembang untuk mencari nafkah. Dia sudah satu tahun di Palembang dan tinggal indekos di kawasan Kambang Iwak.

“Saya juga bingung siapa yang mau ganti dagangan ini. Kerugian saya Rp 3 Juta buat gerobak Rp2 juta gas juga hilang,”pungkasnya.