Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jembatan Endikat merupakan jembatan nasional dibawah Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Jembatan Endikat merupakan jembatan penghubung ke Kabupaten Lahat dan menuju Provinsi Bengkulu.

Jembatan yang dibangun pada tahun 1991 menggunakan rangka baja dari Australia dengan panjang bentang 60 meter, semula status jembatan dibawah kewenangan provinsi. Setelah dikeluarkan Surat Keputusan Menteri tahun 2009 status menjadi jalan nasional.

“Kondisi jembatan saat ini rusak struktur karena retak pada beton lantai, setelah kita lihat untuk perbaiki ternyata jembatan tidak memiliki plat deck,” jelas Yudhian Budhi Krishna, ST. MSi, Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan, di Kantor PJN Wilayah II, Selasa (14/11).

Lanjutnya, ketika pihaknya akan memasang plat deck ternyata ada penurunan pada lantai hingga 5 cm sehingga pemasangan tidak dapat dilanjutkan.

“Langkah darurat, sebagai penanganan sementara kami buatkan besi penyangga H Bean antar Gelagar melintang agar tidak semakin turun. Lantainya kita ganti dengan pemasangan plat precash yang dipasang antar Cross Bean,” urainya.

Ia menambahkan, penanganan itu bersifat sementara, memang belum nyaman akan tetapi aman. Namun pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan secara permanen pada tahun 2018.

“Untuk perbaikan lantai dan baut-baut jembatan Endikat serta pemeliharaan rutin 4 jembatan lainnya kita anggarkan Rp6,5 miliar. Perbaikan permanen dimulai pada Januari 2018 diperkirakan selesai pada April 2018. Saya minta pengguna jalan bersabar menjelang perbaikan secara permanen,” tutupnya.