Detak-Palembang.com PALEMBANG – Menyikapi Petisi Aliansi Alumni Politeknik Sekayu yang diklaim diinisiasi oleh alumni Politeknik Sekayu, Pengurus Yayasan Muba Sejahtera menyatakan tidak benar apa yang diuraikan dalam Petisi tersebut. Hal ini disampaikan Hairod Sudarso Ketua Yayasan Muba Sejahtera, Kamis (16/08).

Petisi yang mengatasnamakan diri Aliansi Alumni Peduli Politeknik Sekayu mengundang seluruh Alumni Politeknik Sekayu dan semua elemen masyarakat yang ikut peduli terhadap Politeknik Sekayu, untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan untuk meminta Bupati Musi Banyuasin meninjau kembali Kinerja Yayasan Muba Sejahtera terhadap pengelolaan Politeknik Sekayu.

Pengurus Yayasan Muba Sejahtera melalui Ketua Yayasan Muba Sejahtera, H. Hairad Sudarso menyampaikan press rilis yang menyatakan beberapa hal penting menjawab Petisi yang beredar. Dalam press rilis terdapat 6(enam) poin penting yang disampaikan Ketua yayasan.

Pertama, Yayasan Muba Sejahtera selaku Badan Penyelenggara Politeknik Sekayu terus berbuat semaksimal mungkin dalam membenahi Politeknik Sekayu. Proses pembenahan ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Tantangan terbesar kami adalah merubah mindset internal Politeknik dari pola kerja institusi pemerintah menjadi social entrepreneurship, dari yang sudah terbiasa disediakan anggaran menjadi harus berpikir dan bekerja keras mencari sumber pembiayaan lain,” Sebut H. Hairad Sudarso

Hairad juga menyampaikan bahwa adanya kerusakan pada fasilitas laboratorium terjadi pada bangunan bukan pada peralatannya. 

“Artinya secara fungsi tidak ada kendala. Menyangkut perbaikan dan perawatan gedung tentu saja ini bukan domain yayasan, mengingat seluruh asset yang ada milik Pemkab Musi Banyuasin. Sedangkan kerusakan yang bersifat ringan sudah diupayakan oleh pihak Yayasan semaksimal mungkin,” ujar Aktivis 98 ini.

Sejauh ini lanjutnya, Politeknik Sekayu sudah semakin baik sejak tahun 20l7 seluruh mahasiswa gratis direkrut melalui jalur PMDK tanpa ada praktik KKN sama sekali.

“Dari sisi jumlah mahasiswa juga meningkat.  Tahun 2016 jumlah seluruh mahasiswa politeknik sekayu hanya 216 orang. Maka untuk tahun 2017 naik menjadi 287 orang, dan untuk tahun 2018 akan naik menjadi 467 orang,” jelasnya. 

Masalah pembiayaan proses perkuliahan juga dijelaskan Hairad. Dari sisi pembiayaan, dana yang bersumber dari Pemkab Musi Banyuasin dikelola sendiri oleh Politeknik Sekayu di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin.

Di akhir siaran press Yayasan Muba Sejahtera menyampaikan, seluruh Komponen Yayasan Muba Sejahtera, mulai Dewan Pembina. Pengawas dan Pengurus yayasan telah berusaha secara maksimal dalam mengembangkan Politeknik Sekayu. salah satunya adalah dengan Membangun SMK Pertanian Muba Maju Berjaya yang terintegrasi dengan Program Studi D3 Kelapa Sawit Politeknik Sekayu pada saatnya nanti.

“Untuk SMK tahun 2018 akan mulai pembanguan dan Tahun 2019 akan mulai menerima siswa, sedangkan D3 Kelapa Sawit tahun 20l9 akan mulai diajukan izin prodinya,” ujar Hairad.

Terakhir Ketua Yayasan menyampaikan, seperti kata pepatah “’Tak Ada Gading Yang Tak Retak”. Atas nama yayasan Hairad  meucapkan terima kasih atas kritik dan saran dari semua pihak, seraya berharap senantiasa diberkahi kekuatan untuk bekerja secara ikhlas demi kemajuan Politeknik Sekayu.


“Bagi saya ikhlas berbuat bagi anak anak muba sudah menjadi keputusan saya, perlu saya tegaskan bahwa posisi yayasan hanya badan penyelenggara saja, poltek punya organisasi sendiri, bahkan anggarannya pun langsung di bawah dinas terkait dan dikelola sendiri oleh poltek, “tegas Hairad

Tugas yayasan lanjutnya, mencari sumber keuangan lain selain dari Pemkab Muba sehingga tdk terus menerus membebani APBD Muba, misalnya beasiswa bidikmisi yg telah dilakukan selama ini.

*Terakhir, buat alumni Politeknik Sekayu dimanapun berada, tak perlu teriak teriak di medsos, saya secara pribadi Senin sampai Jumat selalu ada di politeknik dalam menjalankan amanah, “ pesan  H. Hairad Sudarso