Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kreteria prajurit TNI AD yang profesional, selain harus jago perang, jago beladiri, berdisiplin dan memiliki fisik yang prima, juga harus jago tembak. Oleh sebab itu, secara rutin kemampuan menembak prajurit terus dipelihara dan ditingkatkan.

Kemampuan  dan kemahiran menembak  merupakan  kemampuan  dasar  yang  harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD, tanpa terkecuali.  Karena tugas pokok prajurit TNI pada dasarnya adalah berperang dan bertempur melawan musuh Negara. Untuk memenangkan suatu pertempuran, salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah kemampuan menembak.

Untuk itulah, seluruh prajurit Kodam II/Swj melaksanakan latihan menembak secara rutin dan terprogram. Sebagaimana yang dilakukan prajurit Staf Makodam II/Swj, Pendam, Infolahtadam, Sandindam dan Puskodal Kodam II/Swj, pada Rabu s.d Kamis (22 s.d 23 Maret  2017), melaksanakan latihan menembak senjata ringan Triwulan I TA. 2017 bertempat di lapangan tembak Air Batu Kompleks Yonarhanud 12/SBP Kodam II/Swj, Km 15 – Palembang.

Sebelum pelaksanaan latihan menembak, dibawah pimpinan oleh Komandan Latihan Kapten Inf Ivan Fahrudin dan Koordinator Latihan Lettu Arm M. Ridwan terlebih dahulu telaksanakan senam dan briefing, agar seluruh kegiatan latihan menembak dapat berjalan dengan lancar dan aman. Pada sesi latihan menembak ini, dilaksanakan latihan menembak senjata pistol FN dan senapan panjang M 16 A1. Latihan menembak pistol diperuntukkan bagi Perwira, dilaksanakan pada jarak 10 meter dengan sikap berdiri dua tangan, 3 butir peluru tembakan koreksi dan 10 butir peluru tembakan penilaian. Sementara untuk menembak senapan, yang diperuntukkan bagi prajurit Bintara dan Tamtama, dilaksanakan pada jarak 100 meter dengan sikap tiarap. Selesai menembak, masing-masing petembak melihat hasil perkenaan tembakannya pada lesan.

Ditempat terpisah, Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.I.P menjelaskan bahwa latihan menembak merupakan salah satu fokus dalam pembinaan satuan. Karena keberhasilan pembinaan menembak, akan memberi dampak psikologis yang positif terhadap prajurit, dalam melaksanakan tugas sebagai alat Negara di bidang pertahanan.

“Kemampuan dan kemahiran menembak seorang prajurit merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pokok satuan”, ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, setiap Komandan atau pimpinan satuan, dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan menembak para prajuritnya serta mengembangkan kreatifitas dalam membina kemampuan  menembak di satuannya masing-masing, sehingga standar kemampuan menembak yang diharapkan dan harus dicapai oleh seorang prajurit TNI AD dapat terwujud.