Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Berkembang di masyarakat bahwa Program Sekolah Gratis (PSG) sudah tidak berjalan, untuk meluruskan informasi itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Kadiknas Prov Sumsel), Widodo memberikan klarifikasinya kepada jurnalis di Kantor Diknas Sumsel, Minggu (08/04).

Widodo mengatakan, ada distorsi informasi bahwa program sekolah gratis, infonya sekolah gratis dikesankan tidak ada lagi, sebenarnya masih ada dan bejalan terus.

“Memang masih ada kelemahan di sana-sini, sedang diperbaiki contohnya perbaikan Peraturan Daerah (Perda). Perda saat ini sedang berproses, Insya Allah dalam waktu dekat akan diundangkan,” ungkapnya.

Lanjutnya, salah satu isi Perda itu adalah sharing antara provinsi dan kabupaten/kota yang dulunya ada sekarang tidak ada lagi, SD, SMP di kabupaten Kota sementara SMA,SMK di provinsi.

“Terkait dengan imbauan Menteri Pendidikan Nasional yang mengatakan secara berulang-ulang bahwa program sekolah gratis digunakan untuk kampanye, sementara Pak Gubernur tidak kampanye,” katanya.

Disampaikannya, program sekolah gratis adalah istilah yang digunakan gubernur untuk memastikan bahwa anak-anak Sumsel dapat bersekolah dan dibrand menjadi sekolah gratis.

“Sekolah gratis itu tetap bayar tetapi warga tidak bayar karena dibayarkan pemerintah. Program ini misinya  memastikan, menjamin, melindungi anak-anak bersekolah, jangan sampai anak usia sekolah tidak bersekolah karena tidak ada biaya,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk sekolah negeri wajib menjalankan sekolah gratis yang salah satu poinnya adalah minimal 20 persen di sekolah itu yang berkategori miskin harus gratis sepenuhnya.

“Sepenuhnya yang dimaksud disini adalah biaya operasionalnya, misalnya mendaftar,KBM, ulangan, ujian. Untuk membeli baju sekolah, sepatu dapat menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” urainya.

Termasuk Program Kuliah Gratis sudah berjalan, malah melampaui komitmen awal, diawal hanya Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah dan Politeknik Sriwijaya sekarang melebar sampai Nanjing University.