Detak-Palembang.com PALEMBANG – Guna mempercepat penyelesaian pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, PT. Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana akan mendatangkan material berupa wesel dan sleeper.

Dikatakan Mas’udi Jauhari, Kepala Proyek Utama LRT Palembang untuk mendatangkan material tersebut pihaknya akan menggunakan pesawat terbang ukuran besar agar secepatnya dapat tiba di Palembang.

“Material yang didatangkan sifatnya operasional. Wesel berfungsi untuk memindahkan jalur kereta api, sementara sleeper adalah bantalan kereta api,” jelas Mas’udi di ruang kerjanya, Kamis (16/11).

Lanjutnya, kedua jenis material yang akan didatangkan bukan berasal dari dalam negeri. Wesel didatangkan dari negara Jerman dan sleeper dari negara Ceko.

“Tadinya kita akan angkut itu melalui jalur darat dengan menggunakan kontainer. Namun karena memakan waktu sampai 1,5 bulan, sementara kita ingin percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Akhirnya pihaknya memutuskan mencarter pesawat walaupun dengan menanggung resiko biaya lebih mahal. Pesawat yang dicarter berjenis Boeing 747 dan pesawat angkut Antonov.

“Kalau pesawat Boeing 747 bisa langsung mendarat di Palembang tetapi pesawat Antonov tidak bisa karena ukurannya sangat besar. Satu wesel panjangnya 100 meter dengan berat 60 ton, di pesawat wesel akan dipotong dengan ukuran 12 meter dan akan dirangkai kembali setibanya di Palembang,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa wesel yang digunakan ada dua jenis yakni double crossover dan single crossover. Double crossover akan dipasang di stasiun Bandara dan stasiun OPI Jakabaring.

“Untuk single crossover di pasang di beberapa titik saja. Kita harapkan wesel tiba pada pertengahan Desember 2017 dan tiba secara keseluruhan pada akhir Desember 2017. Pada Februari 2018 sudah ada dauble crossover yang terpasang sehingga akhir Februari atau awal Maret 2018 sudah dapat tes awal,” harapnya.