Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sambangi lokasi banjir di jalan Kasnariansyah Kecamatan Ilir Timur (IT) 1 dan di jalan Pipa Reja Kecamatan Kemuning Palembang.

Setelah diguyur hujan seharian beberapa lokasi di Kota Palembang mengalami kebanjiran, lokasi ini diyakini menjadi titik rawan banjir yang salah satunya berada di jalan Kasnariansyah (IT 1) dan di jalan Pipa Reja (Kemuning Palembang).

Setelah mendapat laporan dan juga menilik dari berbagai media sosial tentang adanya titik banjir yang parah, akhirnya Fitri, sapaan akrab Wawako Palembang, seusai apel pagi mengajak segenap jajarannya untuk meninjau langsung lokasi kejadian untuk melihat apa yang menjadi penyebab utama banjir tersebut.

Di lokasi pertama yakni di jalan Kasnariansyah (IT 1) Fitri mendapati adanya saluran irigasi yang buntu dan tersumbat sampah rumah tangga, tak ayal inilah yang menjadi biang banjir di daerah tersebut. Di lokasi kedua ada sedikit perbedaan penyebab terjadinya banjir yaitu adanya pendangkalan daerah aliran sungai dan ada bangunan warga yang berdiri repat diatas aliran tersebut.

“Kita turunkan satu eskavator untuk memperdalam daerah aliran sungai yang dangkal di jalan Pipa Reja (Kemuning). Dan untuk di jalan Kasnariansyah sudah ada dari pihak terkait ,” tegas Fitri seusai menilik lokasi banjir, Senin (27/03).

Dikatakannya, untuk bangunan yang berdiri di atas daerah aliran sungai maupun terlalu dekat dengan bibir sungai tersebut pihaknya akan mengkroscek izin bangunan tersebut. Pasalnya, semestinya paling tidak, jarak antara bibir sungai dan bangunan itu sekitar tiga meter.

“Untuk bangunan yang berdiri di atas daerah aliran air akan kami minta warga tersebut untuk membongkarnya. Tentu saja sesuai prosedur yang ada, akan kita layangkan SP 1 sampai SP 3, kalau masih tidak digubriskan maka kami yang akan membongkarnya,” tegasnya.

Kepada seluruh masyarakat Kota Palembang Fitri mengimbau agar selalu menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Sebab, dari sampah rumah tangga inilah yang menjadi pemicu banjir diberbagai lokasi di Kota Palembang.

Selain itu, Fitri menjelaskan, untuk jumlah titik rawan banjir di Palembang pihaknya masih belum memegang angka pastinya. Pasalnya, giat gotong royong terus dilakukan pihaknya setiap minggu di tiap kelurahan sebagai salah satu langkah jitu pengurangan lokasi banjir.

“Angkanya bisa saja bertambah dan berkurang, hal ini dikarenakan masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Untuk menanggulanginya, kita upayakan gotong royong tiap akhir pekan,” ulasnya.