Dalam Kitabnya : Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa suatu saat ketika ia sedang  mengarang Kitab…Ada Seekor Lalat yang terbang mendekat dan hinggap di Tinta penanya.

Pertama, Imam Al-Ghazali bermaksud mengusir Lalat tersebut karena merasa terganggu. Namun kemudian ia sadar bahwa Lalat tersebut sedang kehausan, maka dibiarkanlah Lalat itu minum sepuasnya dari Tinta al-Ghazali.  setelah Lalat tersebut hilang dahaganya, ia lantas terbang.

Malam harinya al-Ghazali bermimpi bahwa ia dihisab di Padang Mahsyar dan pengadilan Akhirat memutuskan untuk memasukkan al-Ghazali ke Surga.

Saat itulah muncul suara yang menggema :

“Wahai Ghazali, menurutmu Amal apa yang menyebabkan engkau masuk golongan Ahli Surga?”.

Al-Ghazali menjawab :

“Engkau lebih tahu yaa Allah, tetapi kalau aku boleh menebak…Maka Kitab-Kitab karanganku yang menyebabkan semua ini?”.

Suara itu berkata :

“Bukan wahai Ghazali, karanganmu memang banyak, Kitabmu berjilid-jilid, tetapi yang menyebabkan beratnya Timbangan Pahalamu adalah Seekor Lalat yang Engkau biarkan minum ketika ia kehausan”.

Sekelumit kisah yang akhirnya diabadikan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ tersebut, memberi kita hikmah bahwa hanya karena membiarkan Lalat yang kehausan untuk minum saja menjadikan sebab Seseorang masuk Surga.

Subhanallah…

Dalam Hadits dikisahkan pula…Seorang Pelacur yang memberi minum Seekor Anjing, dan Allah Swt mengampuni semua dosa-dosanya.

Demikianlah Kehormatan dan Karunia-Karunia besar dari Allah Swt, yang tidak dapat diraba oleh Manusia dan selalu di Berikan oleh Allah Swt secara tiba-tiba, supaya TIDAK ADA MANUSIA YANG BERBANGGA DENGAN AMAL IBADAHNYA..

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.