Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kembali Buruh melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah provinsi Sumsel mengenai besaran upah buruh dan belum maksimalnya pengawasan oleh Dinas Tenaga Kerja, Selasa (21/11).

Aksi yang dilakukan oleh ribuan buruh dari Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri (FSB NIKEUBA) Sumsel menyuarakan setidaknya 13 tuntutan.

Hermawan Ketua DPC FSB NIKEUBA Palembang juga menjadi Koordinator Lapangan mengatakan buruh juga manusia, pahlawan bagi keluarganya, mereka juga butuh sejahtera dan keadilan untuk semua.

“Hari Senin 20 September 2017 kami sudah melakukan aksi ke Disnaker Prov Sumsel dan ada komitmen upah minimum provinsi akan diberlakukan pada Januari 2018, pembahasannya diupayakan selesai pada Desember 2017,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya mendatangi pemerintah provinsi sebagai pemangku kepentingan untuk mengawasi komitmen Dinas Tenaga Kerja.

“Dinas Tenaga Kerja juga berkomitmen untuk memverifikasi dan mengupayakan seluruh kasus-kasus dugaan tindak pidana ketenagakerjaan yang kita laporkan dan sedang diproses di Dinas,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar Gubernur mengawasi dan memberikan sanksi tegas apabila komitmen tersebut masih tetap dilanggar atau tidak dilaksanakan oleh pejabat yang mempunyai wewenang.

“Kami mohon kepada pemerintah provinsi untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai pengawas maupun PPNS ketenagakerjaan  bekerjasama dengan pihak kepolisian, kejaksaan dalam kerangka penegakan hukum pidana sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Hermawan memandang belum berjalannya hukum pidana di bidang ketenagakerjaan kerjaan di Sumsel  belum berjalan karena beberapa faktor termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

“Upah minimum provinsi sebesar Rp2.595.000 kalau untuk kabupaten/kota rata-rata Rp2,6 sampai Rp2,7, namun bila kita bandingkan dengan daerah lain tentunya buruh merasa kurang. Upah tersebut belum memenuhi rasa keadilan kami dalam kerangka menuju hidup sejahtera,” tutupnya.