Detak-Palembang.com PALEMBANG – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama stakholder terkait  dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak melalui berbagai kemudahan pelayanan pajak menggunakan sistem dan aplikasi Kesamsatan.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengundang langsung Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk berbagi informasi dan pengalaman bersama, melalui pemaparan hasil penggunaan aplikasi Kesamsatan dengan mengikutsertakan pembangunan sistem pelayanan pajak.

Rombongan tersebut dipimpin langsung Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Ikhwan Sudrajat, diterima langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Nasrun Umar di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (9/1).

Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, dalam upaya meningkaptkan pendapatan daerah salah satunya peningkatan penerimaan pajak dengan memperbaharui aplikasi kesamsatan dan pembangunan sistem pelayanan pajak yang ada.

Menurutnya, Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah merupakan rujukan bagi Pemerintah Provinsi Sumsel dalam penggunaan aplikasi Kesamsatan dengan mengikutsertakan pembangun sistem seperti mempermudah pelayanan pajak dengan memperbanyak titik pelayanan pajak sehingga dapat dipastikan penerimaan pajak akan meningkat.

“Saya mau mengakui hari ini kita belajar dengan Provinsi Jawa Tengah, tapi kita optimis beberapa tahun kedepan akan ada Provinsi lain yang belajar ke Sumatera Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Ikhwan Sudrajat mengatakan, pihaknya diundang  untuk menyampaikan mekanisme dan sistem kesamsatan Provinsi Jawa Tengah termasuk tentang aplikasi dan kiat-kiat yang lainnya karna sistem yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah dianggap cocok diterapkan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, penerimaan pajak di Provinsi Jawa Tengah sendiri pada tahun 2017 naik 14 persen dari target murni, melalui sistem yang dimiliki kemudian perbaharui setiap tahun dan di evaluasi.

“Salah satu yang cukup penting dan menjadi pengalaman kami adalah perbanyaklah titik-titik pelayanan pajak untuk memudahkan masyarakat membayar pajak, karena kesadaran masyarakat ini sebenarnya lebih mudah namun segala kemudahan pelayanan pajak juga harus diberikan,” pungkasnya.