umkmDetak-Palembang.com PALEMBANG  – Selama periode 2014-2015 pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami pertumbuhan mencapai 25,38 persen atau 14.623 unit dari tahun sebelumnya 11.676 unit. Usaha UMKM di Sumsel  bergerak di bidang pangan, sandang, kimia dan bahan bangunan, logam dan elektronika, serta kerajinan.

Dikatakan, pertumbuhan UMKM di Sumsel tersebut sepanjang tahun 2014 hingga 2015 cukup signifikan sehingga mampu mendorong perkembangan sektor ekonomi karena berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Industri Non Agro Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Soni Maharani saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (25/11).

“Sebanyak 14.623 unit usaha tersebut mayoritas merupakan usaha mikro kecil dan menengah. Pesatnya pertumbuhan UMKM tersebut tentu mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat Sumsel, karena berhasil menyerap 56.796 orang tenaga kerja dengan investasi tak kurang dari Rp 513 miliar,” jelasnya.

Dikatakan juga, Palembang memiliki persentase peningkatan paling tinggi karena merupakan ibukota provinsi, lalu Lubuk Linggau dan Prabumulih.

“Lemahnya pertumbuhan di daerah disebabkan terkendala infrastruktur, keterlambatan informasi, juga karena perputaran ekonomi yang lambat,” ungkapnya.

Lemahnya pertumbuhan di daerah juga dikarenakan adanya efisiensi anggaran yang dialami pemerintah. Agar pertumbuhan UMKM di daerah meningkat, lanjutnya, upaya pemberdayaan terutama terhadap usaha mikro dan kecil terus dilakukan dengan membina secara terus menerus dan berkelanjutan.

“UMKM unggulan yang memiliki banyak komoditi akan dibina, dilakukan pendampingan, serta akan diberikan masa magang,” tutupnya.