Detak-Palembang.com PALEMBANG – Salah satu suporter Laskar Wong Kito Ultras Palembang (UP) ternyata memiliki keakrapan yang cukup kental dengan suporter PSM Makssar Red Gank.

Hal itu tentunya menjadi cerminan baik bagi publik suporter Tanah Air untuk di contoh agar pilar persepakbolaan Indonesia semakin kuat.

Saat dihubungi via WhatsApp Pembina UP Agung Fahrurrozi menceritakan sambutan hangat yang dilakukan suporter PSM Makssar kepadanya.
Meskipun menjadi musuh karena kedua tim kesayangan bertanding namun persaudaraan suporter Sriwijaya FC dan PSM Makssar terjalin kuat.

Menurutnya Red Gank nama suporter PSM Makssar seharusnya menjadi musuh karena SFC akan melawan tim kesayangan mereka. Namun sebaliknya dia justru disambut seperti saudara jauh yang sudah lama tak bertemu.

“Rivalitas hanya 90 menit tapi setelah laga kami saudara,”ujar Agung saat dibincangi melalui WhatsApp Minggu,(23/9).

Dia pun menceritakan bagaimana hangatnya sambutan Red Gank kepadanya. Bahkan saat pertama mereka menginjakan kaki ke Makssar dijemput langsung oleh tim kemenlu Red Gank dan salah satu suporter Laskar Ayam Jantan di Bandara Sultan Hasanuddin dan langsung dijamu di kediaman Dirijen Red Gank Nona Middi Telleng dengan Makanan khas Makassar Songkolo Begadang.

“Terima kasih atas sambutannya suporter PSM Makassar Red Gank, Laska ayam jantan, komunitas vip selatan. Mereka benar benar menjamu kami seperti saudara disini,”ucapnya.

Bagi Agung kehidupan suporter nyatanya seperti itu. Dilanjutkannya memang tidak banyak masyarakat tau bertapa nyamannya komunitas suporter klub yang memiliki banyak teman di setiap pelosok Indonesia. Terlebih lagi suporter SFC pun menganggap semua suporter klub di Tanah Air adalah saudara. Bahkan perdamaian suporter SFC juga mencerminkan indahnya kebersamaan suporter.

“Kita akan tetap menjaga perdamaian suporter sampai akhir. Dan juga suporter semua suporter itu bersaudara,”pungkasnya.

(ZYD)