Detak-Palembang.com MARTAPURA – Hari ini Rabu tanggal 17 Januari 2018, tepat 14 tahun yang lalu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur melalui  UU Nomor 37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan, secara resmi telah menjadi kabupaten sendiri dengan ibukota di Martapura.

Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini, melalui DPRD setempat melaksanakan sidang paripurna istimewa untuk memperingati 14 tahun berdirinya kabupaten itu di ruang sidang secretariat dewan setempat, Rabu (17/01) siang.

Nampak hadir mengikuti sidang tersebut Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Bupati OKU Selatan Popo Ali, Wabup OKU Johan Anuar dan perwakilan bupati/walikota se Sumsel , nampak pula hadir di kursi kehormatan perwakilan dari Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung.

Saat memimpin sidang, Ketua DPRD OKU Timur Beni Dafitson secara cantik dengan berpantun meminta kepada Gubernur Alex Noerdin untuk membangun jalan propnsi yang saat ini kondisinya rusak parah, dimana sebelumnya ia atas nama rakyat OKU Timur memberikan apresiasi dan perghargaan yang tingi kepada gubernur atas prestasinya sehingga Sumatera Selatan menjadi provinsi yang maju.

“Dibuktikan hanya Jakarta dan Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games tahun ini,” jelas Beni.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi memberikan apresiasinya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendorong tarbangunnya suasana kondusif sehingga pembangunan kabupaten itu berjalan dengan sukses meskipun masih ada beberapa sector yang masih butuh perbaikan.

“Rasa cinta dan memiliki terhadap Kabupaten OKU Timur ini hendaknya terpatri di dalam dada tercermin dlm sikap dan terwujud dlm laku setiap pribadi. Dimanifestasikan dalam kerja yang cepat, kerja yang lebih cerdas sesuai potensi dan profesi kita” ujarn Kholid memomotivasi

Karena menurutnya pembangunan OKU Timur tidak hanya mengandalkan APBD saja, akan tetapi juga didukung oleh ekonomi gotong royong dari masyarakat OKU Timur, sehingga pertumbuhan ekonomi OKU Timur adalah  6,82 persen di atas rata-rata nasional.

Dan untuk angka kemiskinan adalah nomor 3 terendah di Sumsel, dan OKU Timur merupakan lumbung padi terbesar kedua setelah Musi Banyuasin dengan produksi 500.000 ton beras per tahun, sehingga oleh pemerintah pusat diganjar dengan penghargaan Abdi Bakti Tani berupa Pin Emas.

“Mari kita pertahankan dan tingkatkan keberhasihan selama ini, dan optimis OKU Timur dengan berbasis ekonomi pertanian akan menjadi OKU Timur  yang lebih baik,” katanya penuh semangat optimisme.

Berkutnya, Gubernur Alex Noerdin dalam sambutannya secara ekplisit melalui pantun juga menjawab permintaan Ketua DPRD OKU Timur mengenai perbaikan jalan,  ia menyatakan bahwa perbaikan jalan provinsi akan segera dimulai.

Orang nomor satu di Sumsel itu bahkan menyatakan bahwa pada akhir masa jabatannya semua jalan provinsi sudah diperbaiki. Ia  ini juga menyampaikan, tahun ini telah dialokasikan dana untuk pembangunan dan perbaikan jalan di OKU Timur dan saat ini sudah masuk tahapan tender dengan menggunakan APBD Sumsel dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp. 105 miliar.

Pihaknya juga meminta maaf karena baru tahun ini dilakukan perbaikan disebabkan oleh karena tahun sebelumnya Pemprov Sumsel termasuk yang terkena efesiensi anggaran dari Pusat seperti Provinsi lainnya di Indonesia.

Selain itu warga kehormatan Korps Brimob itu juga mengapresiasi atas capaian-capaian keberhasilan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timu, seperti meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 tahun berturut-turut dari BPK RI, selain itu  OKU Timur juga menghasilkan 500.000 ton beras per tahun yang mampu menyumbang capaian surplus beras Provinsi Sumsel 2.5 ton per tahun.

“Ini capaian yang tidak mudah, oleh karena itu harus terus menjadi penyemangat dalam bekerja membangun OKU Timur,” ujarnya bangga.

Alex Noerdin juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan beras organik OKU Timur sebagai beras resmi Asian Games 2018.

“Ambil bagian (dari –red) Asian Games 2018, keliatannya kecil tapi memanfaatkan gaungnya untuk OKU Timur,” himbaunya diakhir sambutan.