Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bersatunya tiga kelompok suporter Sriwijaya FC dalam benang merah perdamaian semakin nyata. Sejumlah pertemuan telah dilakukan oleh Ketua dari tiga kelompok suporter bersama manajemen dan pelatih. 

Terakhir bersama kapten Sriwijaya FC Hamka Hamzah yang dianggap sebagai wakil dari pemain yang peduli dengan upaya ini. Sebagai langkah nyata, akan ada satu anthem (lagu) yang akan dinyanyikan bersama oleh tiga kelompok suporter tersebut di setiap pertandingan.

Dimulai pada Kamis (15/3) besok saat skuat Jakabaring menjamu Felcra FC asal Malaysia di laga persahabatan. Ini sekaligus menjadi ujian kedua bagi Ultras Palembang, Singa Mania dan S-Man Hooligan, setelah sebelumnya membaur saat arak-arakan Piala Gubernur Kaltim lalu.

“Anthem sedang dipersiapkan. Dibuat langsung oleh Hamka Hamzah. Ini akan dinyanyikan dengan penuh semangat persatuan dari kita. Kami yakin ini akan semakin mempererat hubungan antar suporter,” kata Agung yang mewakili Ultras Palembang.

Semangat tersebut diharapkan turun hingga arus bawah. Sebab, ketua kelompok suporter sebagai wakil dalam setiap pertemuan damai ini juga telah maksimal melakukan sosialisasi melalui media internal.

Mewakili Singa mania, Eko Dugong berharap virus damai yang ditebar ini berdampak positif pula terhadap prestasi Sriwijaya FC kedepan. “Tentu ada rintangan yang kita hadapi, namun kami harap virus damai ini sampai ke akar rumput sehingga tidak ada lagi gesekan di lapangan,”ujarnya.

Ia juga berharap dukunagn dari media untuk terus membantu mensosialisasikan cerita damai ini sebab meski beda warna, tiga kelompok suporter yang ada ini satu tujuan. Sama-sama mendukung Sriwijaya FC.

Disisi yang sama, Edi Ismail mewakili S-Man Hooligan mengakui sosok Hamka Hamzah yang datang sebagai salah satu inisiator dalam proses bersatunya suporter ini, harus diapresiasi. Beda warna, satu tujuan jadi semangat baru para kelompok suporter.

“Sudah saatnya diakhiri. Komitmen di tingkat atas harus turun kebawah. Dengan sosok Hamka dan inisiator lain, mudah-mudahan tahun ini jadi tahun yang baik tidak hanya bagi suporter tapi juga prestasi Sriwijaya FC,” kata Edi.

Sejumlah kesepakatan lain yang rencananya akan segera dibuat oleh tiga kelompok suporter ini adalah koreo dan kreasi yang sama pada pertandingan di Liga1 mendatang. Selain itu, aturan ketat juga akan diterapkan oleh masing-masing ketua kelompok.

Yakni untuk berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mengamankan dan mengeluarkan provokator didalam stadion. Bahkan lebih jauh untuk memproses provokator tersebut apabila melanggar hukum.