Detak-Palembang.com KIEV – Sangat berbahaya dan ekstrem, namun itulah yang dilakukan seorang pengusaha produk rompi anti peluru peralatan militer, Vyacheslav Nalyvaiko asal Ukraina untuk memastikan bahwa alat pelindung peralatan militer yang di produksinya dapat menahan terjangan peluru.

Vyacheslav Nalyvaiko adalah direktur perusahaan peralatan militer Ukraina Armor. Dia mengenakan rompi produksinya itu, lalu meminta anak buahnya menembakkan senapan mesin Kalashnikov AKM dari jarak hanya sekitar 10 meter.

Sang anak buah kemudian melepaskan beberapa tembakan yang langsung mengenai tubuh Vyacheslav.

Meski tembakan itu dilakukan dari jarak yang cukup dekat, ternyata rompi itu bekerja dengan baik.

Usai ditembak, Vyacheslav menarik sebuah lempengan dari balik rompi itu dan menunjukkan bekas hantaman peluru.

“Jika Anda membuat rompi anti-peluru maka Anda harus memastikan produk itu benar-benar bisa bekerja dengan baik,” ujar Vyacheslav.

Vyacheslav mengatakan, lempengan pelindung di balik rompi itu dibuat dari polietilen molekular ultra tinggi (UHMWPE) dan bukan lempengan baja. Lempengan UHMWPE ini, diklaim Vyacheslav, akan memberikan proteksi lebih bagi mereka yang mengenakannya.

Material itu dirancang untuk menyerap sebagian besar energi kinetik yang dibawa peluru. Sehingga memungkinkan pengguna rompi tetap berdiri dan tak terluka saat dihantam peluru.