Detak-Palembang.com BIREUEN – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, secara resmi menutup kegiatan Operasi Teritorial (Opster) TNI Kodam Iskandar Muda tahun 2018 di wilayah Kodim 0111/Bireuen.

Upacara penutupan Opster TNI tersebut berlangsung di lapangan Sepak Bola Blang Asan, Peusangan Bireuen, Senin (10/8/18).

Dalam kegiatan Opster TNI 2018 tersebut, ada dua sasaran yang telah dilaksanakan, yakni sasaran Fisik dan non Fisik. Sasaran Fisik diantaranya, pemugaran makam Habib Bugak, pengecatan meunasah di tujuh desa, rehab balai pengajian di dua desa, rehab rumah tidak layak huni sebanyak delapan unit. Sedangkan sasaran non fisik meliputi penyuluhan narkoba, hukum, wasbang, pertanian, Bhineka Tunggal Ika, perkebunan dan juga dilaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal dan pengobatan massal.

Pangdam IM dalam amanatnya berharap melalui kegiatan Opster TNI ini dapat menghasilkan wujud nyata peran dan kepedulian TNI, pemerintah beserta segenap komponen bangsa lainnya, dalam bahu-membahu membantu kesulitan masyarakat.

“Kita juga berharap kegiatan ini sekaligus dapat menciptakan suasana kehidupan yang kondusif bagi kelanjutan pembangunan di wilayah kabupaten Bireuen,” harap Jenderal bintang dua ini.

Menurut Pandam IM, bahwa situasi kondusif, diyakini secara pasti, akan dapat membangkitkan kepercayaan diri di kalangan masyarakat, bahwa mereka dapat membangun lingkungannya dengan kemampuannya sendiri.

“Saya berharap, setelah kegiatan Opster TNI ini, kehidupan masyarakat ke depan akan lebih baik daripada sebelumnya,” harap Pangdam.

Pangdam mengatakan, bahwa kegiatan opster TNI juga ikut melestarikan budaya kebersamaan yang merupakan nilai luhur bangsa dan juga potensi yang besar bagi kita semua, yaitu budaya “gotong royong”.

“Ini terbukti, bahwa dengan dukungan masyarakat yang besar, maka Opster TNI ini bisa terlaksana dan berhasil dengan baik,” ujar Pangdam.

Disamping itu, sambung Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, melalui kegiatan ini, juga dapat terwujud semangat nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan, dengan mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, suku, kelompok, maupun golongan, serta terlaksananya sistem pertahanan dan keamanan untuk mengatasi potensi konflik yang menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa.

“Saya menghimbau kepada semua pihak untuk dapat terus bekerja sama menjaga serta berkoordinasi yang erat dan terus meningkatkan semangat, rasa kebersamaan, serta melestarikan budaya gotong royong,” himbau Pangdam IM.

Dimana, kata jenderal bintang dua ini, nilai-nilai gotong royong merupakan implementasi kepedulian setiap warga negara yang mempunyai tekad kuat untuk membangun bangsa ini menuju bangsa yang maju dan bermartabat.

“Kondisi ini juga menjadi modal utama dalam memperkuat wawasan kebangsaan setiap warga negara untuk menjaga tetap kokohnya NKRI,” papar Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut Pangdam IM membagikan Tali Asih secara simbolis untuk masyarakat di Desa Blang Asan Kecamatan Peusangan, Bireuen.

Tali Asih yang diberikan meliputi penyerahan ternak sapi, rehap balai pengajian, penyerahan sound system, ambal masjid, pembagian sarana olahraga dan sembako.

Selanjutnya Pangdam IM bersama Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos, Danrem 11/LW, Kepala Kajari, Kapolres Bireuen dan Dandim 0111/Bireuen melakukan penanaman bibit pohon Kupala di seputaran lapangan Sepak Bola Blang Asan.

Penanaman tersebut turut disaksikan oleh Irdam IM, Kapok Sahli Pangdam IM, Danrem 12/TU, para Asisten Kasdam IM, para Kabalakdam IM, serta pejabat Forkopimda Bireuen.