Detak-Palembang.com PALEMBANG – Laskar Wong Kito pesta gol lanjutan Liga 1 Indonesia di Jakabaring dengan menumbangkan Persela Lamongan skor 5-1 Sabtu,(2/6) malam.

Gol kemenangan tuan rumah diciptakan Mohammadou N’Diaye dimenit 27 dan 53, Manuchecr Jalilov 30,Esteban Vizcara 43 dan Patrich Wanggai dimenit 85. Sementara Persela hanya mampu memperkecil melalui gol Loris Arnaud 73.

“Secara umum kita main bagus melalui wing play dan serangan cepat namun saya akui tim dapat memainkan dengan tempo yang sempurna sehingga kita bisa menang besar di pertandingan malam ini,” ujar Pelatih SFC Rahmad Darmawan.

Sejak kick off SFC yang tampil dihadapan publik bermain menekan sejak awal. Tuan rumah membuka keran gol pertama melalui tendangan penjuru p Mahammadou N’Diaye di menit ke-27 berhasil memanfaatkan umpan Yu Hyun Ko. Tiga menit berselang Manuchekhr Dzhalilov berhasil menggandakan keunggulan berkat eksekusinya melalui titik putih.

Belum sempat wasit meniup peluit tanda babak pertama usai, Sriwijaya FC menambah gol ketiga. Umpan yang diberikan oleh Manuchekhr Dzhalilo melalui skema serangan balik, Esteban Vizcara yang berada di posisi bebas dengan mudah memperdaya Dwi Kuswanto.

Di babak kedua, Laskar Wong Kito itu kembali bermain trengginas. Mahammadou N’Diaye, kembali menambah gol keempat sekaligus mengkoleksi angka keduanya dalam laga kali ini berkat umpan dari Konate di menit 53.

Persela Lamongan mulai menyusul angka untuk memperkecil angka kekalahan timnya di menit ke-82. Ia berhasil menanduk bola lambung yang dilepaskan kepadanya di depan gawang, sehingga tecipta satu angka. Skor menjadi 4-1.

Menjelang lima menit akhir pertandingan, Patrich Wanggai berhasil menambah angka membenamkan tim tamu. Ia berhasil memanfaatkan dengan baik umpan dari Nur Iskandar, melalui tendangan datarnya. Skor 5-1 terus bertahan hingga pertandingan berakhir. Usai pertandingan pelatih Persela Lamongan Ajie Santoso mengatakan anak asuhnya terlambat panas sehingga menyulitkan mengimbangi permainan SFC.

“Tim bermain terlambat panas dan kebobolan tiga gol sangat menyulitkan. Selain itu kita juga minim rotasi dengan komposisi pemain yang dalam keduabelas pemain,” pungkasnya.