Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan (BNN Prov Sumsel) kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika di Kantor BNN Prov Sumsel, Kamis (13/12).

Kepala BNN Prov Sumsel, Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan usai pemusnahan barang bukti narkotika mengatakan, Pemusnahan dalam rangka mewujudkan transparansi dalam hal penyidikan sesuai dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009. Dalam pemusnahan barang bukti, bahwa yang dimusnahkan memang benar narkotika sehingga ada kepercayaan dari masyarakat.

“Di pengadilan nanti bila dipertanyakan oleh Hakim, oleh Jaksa, oleh Pengacara bahwa barang bukti yang dimusnahkan benar-benar barang bukti kejahatan karena disaksikan oleh tersangka,” ungkapnya.

Selanjutnya Jhon Turman mengatakan barang bukti yang dimusnahkan adalah Sabu seberat 7 kilogram dan 75 butir ekstasi berwarna hijau berbentuk Teddy Bear. 7 Kilogram Sabu disita dari tersangka bernama Muhammad bin Madrin pada tanggal 17 November 2018 lalu di daerah Tulung Selapan Kabupaten OKI.

“Untuk 75 butir ekstasi kita amankan dari tersangka Herman. Penangkapannya di Depan SD 81 Jakabaring Kecamatan Plaju pada tanggal 4 November 2018. Selanjutnya barang bukti ini kita musnahkan dengan cara diblender dengan campuran deterjen,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk tersangka Muhammad bin Madrin, pihaknya juga akan mengenakan dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal itu dilakukan karena tersangka Muhammad bin Madrin seorang pengangguran tetapi memiliki rumah mewah dengan kolam renang  di Tulung Selapan, sehingga diyakini hartanya hasil dari pencucian uang tindak pidana narkotika.

“Dari Muhammad ini kita sita untuk negara sebuah rumah, sebuah mobil dan 4 buah sepeda motor. Saat ini rumah sudah kita pasangi police line dan nantinya akan diserahkan kepada negara bila sudah memiliki kekuatan hukum tetap yang akan dieksekusi oleh Jaksa,” tutupnya