Detak-Palembang.com PALEMBANG – Rombongan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang diketuai oleh Rita Ratina Irianto Jum’at (24/11) kemarin, mengunjungi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kehadiran rombongan yang berjumlah 43 orang ini disambut langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumsel H. Eliza Alex, di Griya Agung.

Tak hanya ke Griya Agung, rombongan ini juga menyempatkan diri berkunjung sekalian belajar ke Kitchen Garden TP PKK Sumsel di Jakabaring. Di sini, puluhan ibu-ibu tampak antusias melihat kebun yang dikelola TP PKK Sumsel. Kunjungan ini semakin meriah karena para tamu disajikan aneka penganan hasil kebun seperti jagung rebus, pisang dan tak ketinggalan ubi rebus.

Puas berkunjung di Kitchen Garden, rombongan ini melanjutkan perjalanan mereka ke Rumah Limas yang mulai menjadi icon baru di Palembang. Di sini anggota TP PKK makin antusias, mereka benar-benar dibuat kagum karena di dalam Rumah Limas yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun itu tersedia lengkap segala pernik khas Palembang, semisal baju pengantin adat Palembang, kamar pengantin dan lainnya. Moment inipun tak dilewatkan para anggota TP PKK ini untuk berselfie dan berfoto untuk kenang-kenangan sambil mengenakan pakaian adat.

Ketua TP PKK Provinsi Sumsel H. Eliza Alex mengapresiasi dan menyampaikan selamat datang kepada rombongan, ia turut berharap TP PKK Kaltara mengunjungi Sumsel tidak hanya sekali ini saja. Menurutnya, silaturahmi yang baik ini harus tetap dijaga, guna meningkatkan wawasan, ilmu dan memperbanyak keluarga.

Dikatakan Eliza, Program yang berlandaskan kunjungan kerja ini mampu menggali potensi dari masing-masing anggota TP PKK, dimana untuk TP PKK di Provinsi Sumsel ini terdapat empat program kerja (Pokja) yang mungkin bisa menjadi wawasan baru untuk TP PKK Kaltara.

” Sesuai tugas kami sebagai tim penggerak untuk memperhatikan masalah yang ada dan kebutuhan masyarakat. Jadi saya mengajak anggota saya untuk mendayagunakan potensi SDM maupun SDA dengan membentuk pokja-pokja,” ungkapnya.

Untuk dipokja satu sendiri ia menuturkan, terdapat program rumah cinta  dimana sesuai fungsi dan tanggungjawabnya untuk mendidik karakter anak dan remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang.

“Seperti dengan kegiatan mendongeng, melatih Ibu-ibu untuk dapat mendongeng, belajar mengaji, penyuluhan mendidik anak dengan baik. Serta menggiatkan penyuluhan anti narkoba satu tahun 1000 anak,” tuturnya.

Terlebih, dalam pokja TP PKK Sumsel ini juga mempunya program unggulan untuk menyikapi banyaknya makanan dan minuman tidak sehat, TP PKK membantu berperan untuk membuat kampung manis.

“Menanam tebu dibuat minuman segar tanpa zat-zat kimia oleh sebabnya dinamakan kampung manis. Kita ini  hanya penggerak, menggerakan semua komponen untuk bisa menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera,” katanya.

Terakhir program yang unik di Provinsi Sumsel dan tidak ditemukan di Provinsi lain, lanjut ibu dari Lury dan Dodi ini, yakni banyak kawasan lain ataupun semak-semak di desa yang tidak mempunyai jamban yang layak dan bersih, TP PKK menggiatkan sosialisasi stop mising (buang air besar) sembarangan (Sms).

“Kami Mendorong serta mengajak keluarga masyarakat mengubah prilaku SMS dan beralih pada jamban layak dan bersih. Bentuk kegiatan
Penyuluhan, sosialisasi, melalui leaflet, stiker, spanduk dan sebagainya,” pungkasnya.

Sementara Ketua TP PKK Kaltara Rita Ratina Irianto mengaku terkesima dengan sambutan dari Provinsi, mulai dari bandara dikatakanya sudah disuguhi songket khas Palembang.

“TP PKK sebagai mitra kerja provinsi bergerak cepat mengimbangi kemajuan pemerintah, Dalam rangka meningkatkan  SDM melalui saudara tua yakni provinsi Sumsel yang dipilih. Bagaimana mengelola agar dapat menjalankan 10 program  TP PKK. Palembang salah satu kota tertua di Indonesia. Destinasi wisata nya juga banyak yang tidak kalah pentingnya  yang paling menarik adalah makanan khasnya antara lain Pempek, model, dan sebagainya,” pungkasnya.