Detak-Palembang.com JAKARTA – Jalan Tol Trans-Sumatera Bakauheni-Pematang Panggang dinilai akan memiliki dampak untuk menurunkan biaya logistik yang hendak dikirimkan kepasaran. Sebab, dengan adanya jalan bebas hambatan tersebut akan dapat mempercepat pengiriman barang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan target awal pembangunan proyek strategis nasional tersebut akan dapat rampung guna mendukung event olahraga Asian Games pada Juni 2018 mendatang dengan panjang 300 kilometer dari Lampung hingga Sumatra Selatan.

Namun, selain difungsikan sebagai sarana Asian Games terdapat dampak dengan jangka panjang, yaitu penurunan biaya logistik. Sebab, jalan tol yang dibangun itu tidak hanya sepanjang Lampung-Sumatera Selatan saja, melainkan hingga Aceh.

“Selain Asian games, tol ini juga untuk logistik. Jalur ini adalah jalur logistik untuk menurunkan biaya logistik. Dengan tol ini akan mempercepat alur logistik. Dari Lampung sampai Aceh itu untuk memperingan jalur logistik,” kata Basuki di lokasi peresmian tol,” Minggu (21/1), seperti dilansir keterangan resmi seperti dikutip mediaindonesia.com.

Kendati demikian, dampak logistik tersebut tidak dapat dirasakan langsung sesaat usai peresmian dua ruas JTTS tersebut.

“Kalau saat ini baru 10 kilometer belum ada dampaknya, ini hanya tanda saja kalau tol Sumatera dibangun. Namun, dampak itu bisa dirasakan Juni nanti ketika seluruh konstruksinya selesai dibangun,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mencoba hasil kontruksi Jalan Tol Trans-Sumatra segmen Pelabuhan Bakauheni-simpang Susun Bakauheni dengan menggunakan truk Fuso, Minggu (21/1).

Orang nomor satu di Indonesia itu menaikinya bersama Menteri BUMN, Menteri PUPR, dan Gubernur Lampung secara terpisah. Percobaan itu dilakukan usai meresmikan jalan bebas hambatan tersebut dengan penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti, dan peninjauan gerbang tol Bakauheni Selatan.

Peninjauan menggunakan truk itu dijalankan presiden disepanjang jalan tol sepanjang 8,9 kilometer. Selanjutnya, presiden pun melanjutkan kunjungan kerjanya disejumlah daerah Lampung Selatan, yaitu ke proyek padat karya desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan dan penyerahan sertifikat tanah di Kalianda.