Detak-Palembang.com SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat koordinasi darurat bencana banjir dan tanah longsor, di Ruang Rapat Serasan Sekate Pemkab Muba, Senin (13/3).

Rapat tersebut dipimpin langsung oelh Pj Bupati Muba H Yusnin didampingi Asisten II Setda Muba Ir H Sulaiman Zakaria MT, Asisiten III Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi, serta para Staf Ahli Bupati dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muba H Haryadi Karim SE MSi, dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat.

Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Muba menghimbau kepada seluruh dinas/instansi terkait untuk lebih meningkatkan koordinasi, sehingga dalam memberikan bantuan kepada korban banjir dapat terlaksana dengan baik.

“Marilah kita sama-sama kerja sama, berkoordinasi dalam menganggulangi bencana banjir ini, kalau kita kompak bencana apapun pasti bisa kita tanggulangi,” ujar Yusnin.

H Yusnin juga mengintruksikan kepada OPD yang menyalurkan bantuan harus objektif, kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Menurut laporan Kepala BPBD Muba H Haryadi Karim SE MSi, saat ini ada lima kecamatan yang mengalami bencana banjir akibat tingginya curah hujan dan meningkatnya volume air sungai, yakni Kecamatan Sekayu, Batang Hari Leko, Lawang Wetan, Lais, Bayung Lencir, dan Kecamatan Sanga Desa.

“Sampai saat ini dapat kami laporkan, dampak banjir tahunan ini tidak ada korban jiwa, kerusakan rumah ataupun pelayanan umum,” ungkap Haryadi.

Lebih lanjut Kepala BPBD Muba melaporkan bahwa, pada setiap kecamatan yang terdampak bencana banjir sudah didirikan posko bencana, kesehatan dan telah disalurkan bantuan sembako oleh Dinas Sosial Muba.

Sementara itu Camat Lais Akhmad Toyibir SSTP MM, menuturkan untuk Kecamatan Lais terdapat beberapa desa yang mengalami bencana banjir diantaranya Desa Teluk Kijing, Petaling, dan Desa Rako, dikarenakan meningkatnya volume air sungai musi dan tingginya curah hujan.

“Dari beberapa desa tersebut kurang lebih 300 KK yang terdampak banjir,” ungkapnya.