Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Tim Advokasi Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) mengajak semua pasangan calon agar Pilkada Gubernur Sumsel berjalan dengan Jujur dan Adil.

Ketuan Tim Hukum paslon HDMY, Dhaby K Ghumayra mengatakan, bahwa saat ini sudah banyak pelanggaran uang dilakukan Paslon lain sehingga menciderai Pilkada jujur dan adil.

“Saya berharap Pilkada Gubernur Sumsel berjalan Jujur, Adil dan Fair. Namun, saat ini sudah tidak jujur dan adil lagi,” kata Dhaby saat jumpa pers di Rumah Tamu Cafe And Resto jalan, Sumpah Pemuda  Blok M 7 Ilir Barat 1 Palembang, Kamis (26/04).

Ia melanjutkan, Pilkada saat ini berbarengan dengan Asian Games, tapi digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan memakai sosialisasi Asian Games.

“Ada 30 sesi event sosialisasi Asian Games digunakan ditunggangi oleh kepentingan politik. Target sosilisasi yang ditunggangi kepentingan politik sangat acak mulai dari RT/RW Petani sampai organisasi masyarakat. Sampai Haji dan Umroh juga, apa hubungannya haji umroh dengan Asian Games,” Dhaby mepertanyakan.

Ditambahkannya, oknum yang melakukan sosialisasi Asian Games selalu bernaung dengan Inpres dan Kepres. Semestinya dalam Inpres tersebut, seharusnua sebagai pengarah saja tidak boleh melakukan sosialisasi.

“Berdasarkan Kepres Nomor 15 tahun 2017 tentang Panitia Nasional penyelenggaraan Asian Games Gubernur Sumsel bersama Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat hanya sebagai anggota pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden,” urainya.

Menurutnya, berdasarkan pasal 6 tidak ada satupun aturan yang menugaskan panitia pengarah untuk melakukan sosialisasi Asian Games.

“Kami sudah membuat surat terbuka kepada ketua tim pengarah Inasgoc yakni Wakil Presiden untuk mengevaluasi sosialisasi yang ditunggangi kepentingan politik. Kami minta Bawaslu memantau pergerakan sosialisasi Asian Games,” tutupnya.